Sulawesitoday - Meski Ramadhan 1146 Hijriah tinggal menghitung hari, pasar Smart Pasangkayu di Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat tetap terlihat lengang.
Berdasarkan pantauan lapangan pada Senin (24/2/2025) sekitar pukul 12.45 WITA, hanya beberapa pembeli yang melintas di area pasar, sementara lapak-lapak pedagang pun hanya tersisa beberapa unit yang masih berdiri.
Kondisi sepi inilah yang menjadi sumber keprihatinan bagi para pedagang, terutama di momen yang seharusnya penuh harapan dan aktivitas ekonomi.
Seorang pedagang pakaian, Azis, mengungkapkan kekecewaannya saat ditemui di lapaknya.
"Beginilah suasananya, pak. Sepi, tidak ada pembeli," ujarnya sembari merapikan dagangannya. Azis menambahkan bahwa meski menjelang bulan puasa, hanya beberapa dagangan yang berhasil laku terjual.
"Padahal momen ini seharusnya menjadi kesempatan untuk mendapatkan penghasilan lebih. Biasanya, pasar selalu ramai saat mendekati bulan puasa," terungkapnya dengan nada kecewa.
Tak hanya pedagang pakaian, sejumlah pedagang komoditas pun merasakan dampak serupa. Mereka menyatakan bahwa tren sepi ini telah berlangsung selama bertahun-tahun dan bahkan membuat banyak pedagang memilih untuk pindah ke luar daerah.
"Kondisi ini sudah terjadi berkali-kali, dan banyak di antara kami yang terpaksa mencari lokasi lain karena tidak ada minat dari konsumen," terang salah satu pedagang yang memilih untuk tidak disebut namanya.
Para pelaku usaha di pasar Smart Pasangkayu menilai fenomena ini dipicu oleh maraknya pedagang online. Masyarakat kini cenderung memilih berbelanja secara daring, yang mengakibatkan menurunnya kunjungan langsung ke pasar tradisional.
Hal ini tentu berdampak negatif pada pendapatan para pedagang yang selama ini mengandalkan arus pembeli konvensional.
Dalam menghadapi situasi yang memprihatinkan ini, para pedagang mengharapkan adanya intervensi dari pemerintah daerah.
Baca Juga: Utang BBM DLHK Majene Menggunung, Pengangkutan Sampah Terancam Terganggu
"Solusinya ada di pemerintah. Ini kan pasar Kabupaten, harusnya ramai. Kami butuh dukungan agar kegiatan ekonomi di sini bisa kembali hidup," pinta Azis dengan harapan tulus.
Kondisi pasar yang sepi di tengah menjelang Ramadhan menjadi pertanda adanya tantangan baru dalam mengelola perekonomian lokal.
Artikel Terkait
Sejarah Terukir, PSM Makassar Akhiri Kekalahan Panjang atas Persija
Kasus Calo CPNS dan Penipuan Rp150 Juta, Oknum Polisi Terancam Sanksi Etik di Gorontalo
Demo Indonesia Gelap di Makassar, Mahasiswa Tuntut Pemerintah Batalkan Efisiensi Anggaran
MK Tolak Gugatan Paslon Nomor 3 Jeneponto, Dalil Tak Terbukti!
Utang BBM DLHK Majene Menggunung, Pengangkutan Sampah Terancam Terganggu