Sulawesitoday - Sekelompok mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Makassar menggelar aksi demonstrasi bertajuk “Indonesia Gelap” di bawah jalan layang over flyover Jalan Urip Sumoharjo.
Demonstrasi ini merupakan bentuk protes atas kebijakan efisiensi anggaran yang diberlakukan oleh Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai mengorbankan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Pantauan lapangan pada Senin (24/2/2025) sekitar pukul 12.45 WITA menunjukkan bahwa massa mulai berdatangan dengan membawa spanduk, pengeras suara, dan berbagai atribut aksi.
Tak hanya mahasiswa, sejumlah pengendara motor juga turut berhimpun di area tersebut, memanfaatkan ruang di bawah flyover sebagai tempat berteduh dari hujan yang turun. Mereka menunggu kedatangan rekan-rekan aksi sebelum memulai unjuk rasa secara serentak.
Koordinator lapangan, Juwen BK, mengungkapkan bahwa tuntutan utama aksi ini adalah agar pemerintah segera membatalkan kebijakan efisiensi anggaran.
“Salah satu tuntutan utama yang ingin kami sampaikan adalah bahwa negara ini tidak boleh memotong anggaran untuk memenuhi pembangunan dan kebutuhan masyarakat,” ujarnya kepada sejumlah wartawan yang berada di lokasi.
Menurutnya, pemotongan anggaran tersebut tidak hanya berdampak pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menghambat program sosial yang esensial bagi kemajuan bangsa.
Aksi ini diikuti oleh 16 organisasi, mulai dari elemen kampus hingga kelompok masyarakat lokal, yang masing-masing membawa semangat dan aspirasi untuk perubahan.
Setiap organisasi diwakili oleh sekitar 15 massa, sehingga keseluruhan aksi menghadirkan ribuan suara yang menuntut agar kebijakan efisiensi yang kontroversial segera direvisi.
Demonstrasi direncanakan berlangsung hingga malam hari, sebagai simbol komitmen dan keinginan kuat untuk mengubah arah kebijakan anggaran negara.
Para demonstran terlihat mengenakan atribut berupa simbol tali yang disematkan di lengan kiri, yang diyakini sebagai lambang solidaritas dan perjuangan.
Baca Juga: Kasus Calo CPNS dan Penipuan Rp150 Juta, Oknum Polisi Terancam Sanksi Etik di Gorontalo
Mereka juga mengatur formasi serta koreografi unjuk rasa yang rapi, menegaskan bahwa aksi ini merupakan hak konstitusional untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah.
Dalam situasi cuaca yang kurang mendukung dengan hujan yang mengguyur, semangat massa tidak surut.
Artikel Terkait
Tragedi Banjir Buol: Pekerja Tambang Terseret Arus, Satu Meninggal
35.039 Pelanggaran Tercatat dari Operasi Keselamatan Tinombala Sulteng 2025
Polisi Selidiki Kasus Penganiayaan Driver Ojek Online yang Viral di Palu, Pelaku Masih Dicari
Sejarah Terukir, PSM Makassar Akhiri Kekalahan Panjang atas Persija
Kasus Calo CPNS dan Penipuan Rp150 Juta, Oknum Polisi Terancam Sanksi Etik di Gorontalo