Sulawesitoday - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengajak seluruh elemen masyarakat di Parigi Moutong untuk berpartisipasi aktif dalam Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada, menyusul putusan Mahkamah Konstitusi.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan proses demokrasi yang inklusif dan adil guna menentukan pemimpin daerah lima tahun ke depan.
Dalam rapat koordinasi yang digelar di Parigi pada Sabtu pagi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov Sulteng, Fahrudin D Gambar, menyatakan, "Partisipasi aktif masyarakat adalah fondasi utama dalam menentukan arah pembangunan daerah melalui pilihan yang demokratis."
Menurutnya, PSU bukan sekadar mekanisme ulang suara, melainkan simbol penghargaan terhadap hak pilih setiap warga sebagai pilar demokrasi.
Rapat yang dihadiri berbagai elemen masyarakat dan perwakilan lembaga terkait ini menitikberatkan pentingnya sistem pemungutan suara yang transparan dan bebas hambatan.
"Kami ingin memastikan setiap warga, tanpa kecuali, dapat menyalurkan hak pilihnya secara optimal. Jadwal pemungutan suara yang telah ditetapkan, yakni dari pukul 07:00 hingga 13:00 Wita, merupakan komitmen kami dalam memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh masyarakat," tegas Fahrudin.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai saran dan masukan pun dikumpulkan untuk menyempurnakan pelaksanaan PSU. Tidak hanya fokus pada aspek teknis, rapat ini juga menjadi wadah untuk mencari solusi atas kendala-kendala yang mungkin timbul, terutama yang berkaitan dengan benturan jadwal kegiatan masyarakat.
Ketua KPU Parigi Moutong, Ariyana, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mengkaji dua opsi alternatif untuk penetapan hari PSU, yakni pada tanggal 16 dan 21 April 2025. Rencana ini diambil setelah mempertimbangkan bahwa jadwal semula, Sabtu 19 April, berbenturan dengan jadwal ibadah jemaat gereja Advent.
"Kami menerima surat dari jemaat yang menyatakan bahwa sekitar 539 pemilih terdaftar dalam DPT mereka mengalami kendala karena bersamaan dengan ibadah yang telah dijadwalkan. Oleh karena itu, kami membuka opsi alternatif untuk memberikan kesempatan yang sama bagi semua pihak," ujar Ariyana.
Upaya kolaboratif ini diharapkan dapat menciptakan momentum baru bagi keberhasilan PSU Pilkada di Parigi Moutong. Berbagai pihak sepakat untuk terus mengedepankan semangat kebersamaan demi mewujudkan pemilihan yang adil dan demokratis.
Baca Juga: Tiga Nelayan Asal Buol Tertelan Ombak, SAR Gabungan Dikerahkan Cari Korban
"Lewat diskusi terbuka dan kerjasama yang solid, kami optimis bahwa setiap tantangan dapat diatasi dengan solusi terbaik," pungkas Fahrudin.
Rapat koordinasi ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dan KPU setempat untuk menjaga integritas dan keadilan dalam proses demokrasi, memastikan bahwa setiap suara memiliki arti dalam menentukan masa depan Kabupaten Parigi Moutong.
Artikel Terkait
Tragedi Bus Umrah: Enam Warga Tewas, Dua Tokoh Bojonegoro Jadi Korban
BMPR Sulteng Gerak Cepat Atasi Banjir Bandang, Jalan di Parimo Kembali Lancar
Kepemimpinan Bijak Nizar Rahmatu Redam Panasnya Musprov KONI Sulteng
Transaksi Lancar di PINTAR BI, Simak Prosedur Tukar Uang Baru yang Terperinci
Tiga Nelayan Asal Buol Tertelan Ombak, SAR Gabungan Dikerahkan Cari Korban