Seringkali, sambung Gubernur, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di jajaran Pemprov Sulawesi Tengah kerap “khilaf”, menganggap memiliki wilayah dan rakyat, sehingga melahirkan program yang tak sejalan dengan kebutuhan kabupaten. Olehnya, skema lama itu harus dirombak total demi tujuan serta visi dan misi bersama.
Program BERANI Sehat menjadi bukti konkret kolaborasi ini. Kabupaten Parimo, setelah mendapat sokongan Pemprov, berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) prioritas. “Kami memberikan bantuan sebesar Rp5 miliar, sehingga UHC Parimo mencapai 82 persen,” kata Anwar.
Sebuah pencapaian yang berarti masyarakat di Sulawesi Tengah kini dapat mengakses pelayanan kesehatan di mana saja hanya dengan KTP, bahkan bagi mereka yang memiliki tunggakan BPJS Kesehatan sejak 13 April 2025. “Mungkin ada yang bertanya siapa yang bayar? Yang bayar gubernur. Kita sudah Rp20 miliar ke BPJS Kesehatan,” ungkapnya, memberikan kepastian.
Baca Juga: Durian Membuka Pintu Seribu Investor Masuk ke Parigi Moutong
Kolaborasi ini juga merambah sektor infrastruktur melalui program BERANI Lancar, seperti pembukaan akses di Desa Sausu Salubanga, Kecamatan Sausu.
Ke depan, Anwar Hafid berjanji, “Kita akan melaksanakan rapat kerja membicarakan apa tugas bupati agar tidak tumpang tindih,” pungkasnya, menandaskan komitmen untuk sinergi yang lebih solid dan efektif di Bumi Tadulako.
Artikel Terkait
Hujan Pemicu Bencana di Polman: Jalur Vital Desa Pupuring Amblas, Warga Diimbau Waspada
Viral Live TikTok Saat Operasi Sesar, Dua Nakes Ini Dipecat
Demi Selamatkan Ibu Hamil, Kapal Nakes Terombang-Ambing di Laut Lepas Asmat Papua
Mata Warga Bicara: Jaringan Sabu di Parigi Terkuak, Dua Pelaku Diringkus
Durian Membuka Pintu Seribu Investor Masuk ke Parigi Moutong