• Selasa, 21 Juli 2026

Hujan Pemicu Bencana di Polman: Jalur Vital Desa Pupuring Amblas, Warga Diimbau Waspada

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 4 Juni 2025 | 05:43 WIB
Deskripsi Berita Menarik: Longsor di Polman tutup jalan Pupuring-Pao-pao 30 meter. Curah hujan tinggi jadi penyebab. BPBD bergerak cepat. Tak ada korban jiwa.
Deskripsi Berita Menarik: Longsor di Polman tutup jalan Pupuring-Pao-pao 30 meter. Curah hujan tinggi jadi penyebab. BPBD bergerak cepat. Tak ada korban jiwa.

Sulawesitoday - Longsoran tanah kembali menyapa bumi Polewali Mandar. Kali ini, sebuah pemandangan bak gajah terdampar di tengah jalan penghubung Desa Pupuring dan Desa Pao-pao, tepatnya di Dusun Talogo.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu sore, 3 Juni 2025, sekitar pukul 16.00 WITA itu, bukan sekadar menutupi jalan, namun memutus nadi mobilitas warga.

Material longsoran sepanjang 30 meter dengan ketinggian mencapai 10 meter itu, praktis menyumbat jalur vital tersebut. Alhasil, segala jenis kendaraan bermotor mustahil melintas.

Jalur penghubung yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas warga kedua desa, kini lumpuh total, bak jalan tol yang tiba-tiba ditutup sepihak.

Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar, biang kerok longsor ini tak lain adalah hujan.

Curah hujan yang mengguyur Kecamatan Allu tanpa jeda sejak Selasa siang, 2 Juni 2025, pukul 12.00 WITA, hingga Rabu pagi pukul 06.00 WITA, membuat struktur tanah yang sebelumnya stabil, kini menjadi labil.

Tanah tak lagi sanggup menopang bebannya, lantas amblas. Sebuah ironi alam, di mana air, sumber kehidupan, bisa juga menjadi pemicu malapetaka.

Kendati musibah ini mengunci akses, setidaknya ada kabar baik: tidak ada korban jiwa yang jatuh. Namun, kelumpuhan jalur ini tak bisa dianggap remeh.

Segera setelah kejadian, sejumlah pihak langsung bergerak layaknya sepasukan semut yang menemukan gula. BPBD Kabupaten Polewali Mandar, berkolaborasi dengan unsur TNI, POLRI, dan Pemerintah Desa setempat, sigap meninjau lokasi.

Langkah darurat pun langsung diambil. BPBD tak membuang waktu, segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Polewali Mandar. Sebuah alat berat diharapkan segera merapat ke lokasi untuk menyingkirkan 'gunungan' material longsoran.

Baca Juga: Drama Evakuasi Ribuan Turis Saat Gunung Berapi Etna Italia Meletus Dahsyat

Pembersihan material ini diperkirakan akan memakan waktu, mengingat volumenya yang tak sedikit. Sebuah pekerjaan berat yang butuh kesabaran ekstra.

Mengingat cuaca yang masih menunjukkan gelagat tak menentu, warga diimbau untuk tetap siaga. Terutama bagi mereka yang bermukim di daerah rawan longsor, kewaspadaan adalah harga mati. Sebab, alam kadang punya caranya sendiri dalam menyapa.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini