Sulawesitoday - Longsoran tanah kembali menyapa bumi Polewali Mandar. Kali ini, sebuah pemandangan bak gajah terdampar di tengah jalan penghubung Desa Pupuring dan Desa Pao-pao, tepatnya di Dusun Talogo.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu sore, 3 Juni 2025, sekitar pukul 16.00 WITA itu, bukan sekadar menutupi jalan, namun memutus nadi mobilitas warga.
Material longsoran sepanjang 30 meter dengan ketinggian mencapai 10 meter itu, praktis menyumbat jalur vital tersebut. Alhasil, segala jenis kendaraan bermotor mustahil melintas.
Jalur penghubung yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian dan aktivitas warga kedua desa, kini lumpuh total, bak jalan tol yang tiba-tiba ditutup sepihak.
Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Polewali Mandar, biang kerok longsor ini tak lain adalah hujan.
Curah hujan yang mengguyur Kecamatan Allu tanpa jeda sejak Selasa siang, 2 Juni 2025, pukul 12.00 WITA, hingga Rabu pagi pukul 06.00 WITA, membuat struktur tanah yang sebelumnya stabil, kini menjadi labil.
Tanah tak lagi sanggup menopang bebannya, lantas amblas. Sebuah ironi alam, di mana air, sumber kehidupan, bisa juga menjadi pemicu malapetaka.
Kendati musibah ini mengunci akses, setidaknya ada kabar baik: tidak ada korban jiwa yang jatuh. Namun, kelumpuhan jalur ini tak bisa dianggap remeh.
Segera setelah kejadian, sejumlah pihak langsung bergerak layaknya sepasukan semut yang menemukan gula. BPBD Kabupaten Polewali Mandar, berkolaborasi dengan unsur TNI, POLRI, dan Pemerintah Desa setempat, sigap meninjau lokasi.
Langkah darurat pun langsung diambil. BPBD tak membuang waktu, segera berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Polewali Mandar. Sebuah alat berat diharapkan segera merapat ke lokasi untuk menyingkirkan 'gunungan' material longsoran.
Baca Juga: Drama Evakuasi Ribuan Turis Saat Gunung Berapi Etna Italia Meletus Dahsyat
Pembersihan material ini diperkirakan akan memakan waktu, mengingat volumenya yang tak sedikit. Sebuah pekerjaan berat yang butuh kesabaran ekstra.
Mengingat cuaca yang masih menunjukkan gelagat tak menentu, warga diimbau untuk tetap siaga. Terutama bagi mereka yang bermukim di daerah rawan longsor, kewaspadaan adalah harga mati. Sebab, alam kadang punya caranya sendiri dalam menyapa.
Artikel Terkait
Besi Gorong-Gorong di Palu Dicuri: Infrastruktur Terkikis, Bahaya Mengintai Warga
Asap Tebal Selimuti Big Mall Terbakar, Petugas Berjibaku Selamatkan Korban
Waspada! Panggilan Palsu Atas Nama Kapolres Parimo Minta Uang BBM Patroli
Drama Evakuasi Ribuan Turis Saat Gunung Berapi Etna Italia Meletus Dahsyat
Revolusi Medis dari Cina: Pembuluh Darah Tak Lagi Jadi Misteri Berkat Teknologi Cahaya Tembus Kulit