Sulawesitoday - Teknologi memang kadang punya cara sendiri untuk "memanjakan" kita. Di rumah sakit-rumah sakit di China, kini para tenaga medis punya trik baru yang bikin senyum pasien sumringah: cahaya tembus kulit.
Bukan sihir, ini murni sains yang mengubah proses suntik atau pengambilan darah jadi lebih mudah, minim drama, dan jauh dari rasa nyeri yang kerap menyertai. Seolah-olah, pembuluh darah yang selama ini sembunyi di balik kulit, kini diminta untuk 'menampakkan diri'.
Teknologi ini, yang akrab disebut dengan cahaya near-infrared (NIR), punya daya tembus yang tak main-main. Cahaya ini, yang sejatinya inframerah-dekat, mampu melibas lapisan kulit tanpa ampun.
Bak mata batin yang tersembunyi, ia kemudian menyuguhkan visualisasi pembuluh darah secara real-time. Prosesnya sederhana saja, cahaya NIR dipancarkan ke permukaan kulit. Di sana, hemoglobin dalam darah dengan lahapnya akan menyerap cahaya ini.
Hasilnya, pembuluh darah pun tampak lebih gelap dibandingkan jaringan sekitarnya, sebuah kontras yang membuat mereka bagai peta jalan yang terang benderang. Alat kemudian memproyeksikan citra kontras pembuluh darah itu di bawah kulit, memudahkan tangan-tangan medis mencari lokasi terbaik untuk jarum suntik mendarat.
Manfaatnya tak perlu diragukan lagi. Bayangkan, kesalahan fatal saat mencari pembuluh darah, terutama pada pasien yang pembuluh darahnya mini atau seperti siluman, bisa diminimalisir.
Praktis, rasa sakit akibat jarum yang "nyasar" berkali-kali pun akan berkurang drastis. Tak pelak, seluruh proses medis yang membutuhkan akses ke pembuluh darah jadi lebih cepat, bak jalan tol di jam sibuk.
Namun, inovasi di Negeri Tirai Bambu tak berhenti sampai di situ. Selain alat NIR untuk deteksi pembuluh darah, para peneliti di sana juga tengah mengutak-atik benda mungil lain: lensa kontak.
Baca Juga: Drama Evakuasi Ribuan Turis Saat Gunung Berapi Etna Italia Meletus Dahsyat
Lensa inovatif ini digadang-gadang bakal bikin manusia bisa "melihat" cahaya inframerah. Dengan bantuan nanopartikel khusus, lensa ini mampu mengubah cahaya inframerah menjadi cahaya tampak.
Artinya, tak perlu lagi alat besar untuk melihat dalam gelap atau mendeteksi panas tubuh. Seolah-olah, mata kita diberi kemampuan super, menembus dimensi yang selama ini tak terlihat. Cina memang tak pernah kehabisan akal untuk terus berlari di lintasan teknologi.
Artikel Terkait
Erwin-Abdul Sahid Resmi Dilantik Pimpin Parigi Moutong, Tantangan Berat Menanti
Besi Gorong-Gorong di Palu Dicuri: Infrastruktur Terkikis, Bahaya Mengintai Warga
Asap Tebal Selimuti Big Mall Terbakar, Petugas Berjibaku Selamatkan Korban
Waspada! Panggilan Palsu Atas Nama Kapolres Parimo Minta Uang BBM Patroli
Drama Evakuasi Ribuan Turis Saat Gunung Berapi Etna Italia Meletus Dahsyat