• Kamis, 4 Juni 2026

Prabowo Tembus Buntu Satu Dekade, Produk RI Masuk Eropa Tanpa Tarif - Akses Pasar Raksasa!

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 14 Juli 2025 | 10:48 WIB
Prabowo berhasil wujudkan 0% tarif ekspor RI ke Eropa setelah 1 dekade. CEPA buka akses pasar raksasa, pacu ekonomi & ciptakan lapangan kerja baru.
Prabowo berhasil wujudkan 0% tarif ekspor RI ke Eropa setelah 1 dekade. CEPA buka akses pasar raksasa, pacu ekonomi & ciptakan lapangan kerja baru.

Sulawesitoday - Bisakah Indonesia akhirnya mempercepat laju ekspor ke pasar Eropa setelah satu dekade menanti? Jawabannya adalah ya, melalui gebrakan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang baru saja disepakati, hampir semua tarif produk Indonesia menuju Uni Eropa kini menjadi nol persen berkat kegigihan Presiden Prabowo Subianto.

Setelah lebih dari sepuluh tahun perundingan yang kerap menemui jalan buntu, sebuah terobosan bersejarah berhasil dicapai oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Di Brussels, usai pertemuannya dengan Presiden Komisi Eropa pada Minggu (13/7), Prabowo mengumumkan bahwa Indonesia dan Uni Eropa telah mencapai kesepakatan CEPA. Ini adalah sebuah kerjasma perdagangan bebas yang membuka lebar gerbang ekonomi kedua kawasan.

“Setelah 10 tahun negosiasi, hari ini kita tembus, breakthrough. Semua titik-titik persoalan sudah kita selesaikan. Jadi kita sudah punya sekarang Perjanjian Komprehensif Ekonomi — Partnership Agreement antara Indonesia dan Uni Eropa, yang ini sebetulnya nanti adalah menjadi free trade agreement ya,” ungkap Prabowo dengan nada penuh optimisme. Ia melanjutkan,

“Hampir semua tarif kita sudah selesai ya, hampir semuanya 0%. Jadi ini saya katakan teroboson baru.” Sebuah pencaapaian yang patut diacungi jempol.

Prabowo juga tak ragu menegaskan bahwa perjanjian ini bagaikan kunci yang membuka akses maha luas bagi produk-produk nusantara ke pasar Uni Eropa. Bayangkan saja, dengan populasi lebih dari 460 juta jiwa dan kekuatan Produk Domestik Bruto (PDB) yang kolosal di kancah global, Uni Eropa menjanjikan lautan peluang bagi eksportir Indonesia.

“Uni Eropa pasar yang sangat besar, jumlah penduduk 460 juta lebih. Total GDP mereka sangat besar, perdagangan mereka juga sangat besar,” jelasnya, menggambarkan betapa strategisnya pasar ini.

Pencaapaian ini, menurut Prabowo, datang pada waktu yang sangat krusial. Di tengah gelombang ketidakpastian yang menyelimuti dunia, memiliki mitra dagang sekuat Uni Eropa adalah sebuah anugerah. CEPA ini bukan hanya sekadar perjanjian dagang, melainkan juga sebuah jaring pengaman ekonomi yang kokoh, memberikan Indonesia alternatif-alternatif kuat di tengah badai global.

“Alhamdulillah suatu peristiwa bersejara. Kita dalam keadaan ketidakpastian dunia sekarang, kita punya alternatif-alternatif yang kuat.”

Ketika disinggung mengenai kapan pastinya perjanjian ini akan ditandatangani dan diratifikasi, Prabowo mengakui bahwa prosesnya akan memakan waktu. Namun, ia menyimpan harapan besar agar proses ini tidak berlarut-larut. “Ya perlu waktu tentunya. Mudah-mudahan tidak lama lah ya,” imbuhnya.

Kesepakatan CEPA antara Indonesia dan Uni Eropa ini ibarat angin segar yang diharapkan dapat melambungkan ekspor Indonesia, membuka jutaan lapangan kerja baru, serta memupuk kepercayaan pasar terhadap kemitraan ekonomi yang semakin erat antara kedua belah pihak. Sebuah langkah maju yang akan mengubah lanskap perdagangan Indonesia.

Baca Juga: Kisah Haru di Balik Nama Unik Dini Hari Mentariku Lahir, Viral Jadi Sorotan Publik

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini