Sulawesitoday - Apa gerangan yang membuat nama Dini Hari Mentariku Lahir viral di jagat maya? Ternyata, di balik nama unik itu tersimpan seuntai kisah haru yang sanggup menggetarkan sanubari. Sebuah penggalan cerita tentang cinta, kehilangan, dan harapan yang kini menyebar bak virus positif di linimasa media sosial.
Adalah Dini Hari Mentariku Lahir, pemilik nama yang membuat banyak kepala menoleh, bahkan tak jarang memicu kerutan dahi. Gadis bernama panggilan akrab Dinda ini mendadak jadi buah bibir setelah membagikan kisah di balik identitasnya yang tak biasa lewat akun TikTok @terserahkuwdong. Nama itu, rupanya, adalah "maharkasih" dari sang ayah, seorang seniman berjiwa romantis yang memilih memberikan nama bukan sekadar rangkaian kata, melainkan sebuah doa dan penanda.
"Mamah gak tahu tahun berapa karena dia meninggal ketika saya berusia 3 tahun," tulis akun @terserahkuwdong, mengawali kisahnya dengan sentuhan pilu tentang sosok ibu yang pergi terlalu cepat. Sang ayah, menurutnya, adalah manusia paling romantis, bahkan memberikan lukisan sebagai hadiah ulang tahun sang ibu. Dari pria seniman inilah, nama Dini Hari Mentariku Lahir itu lahir.
Nama itu terukir jelas di Kartu Tanda Penduduk (KTP) Dinda, bukan sekadar imajinasi belaka. Kenang Dinda, ayahnya memberikan nama itu secara spontan setelah ia lahir, tepat pukul 1 dini hari.
"Kala itu, papa dan mamahku ingin aku menjadi seperti mentari, yang terbit di ufuk timur, membawa terang meski masih dalam kegelapan dini hari," kisahnya, menyiratkan makna mendalam di balik pemilihan nama tersebut. Mentari, baginya, adalah simbol penerang bagi kedua orang tuanya, sebuah harapan yang diletakkan dalam untaian kata.
Namun, siapa sangka, nama yang penuh makna itu sempat menjadi beban bagi Dinda kecil. Ia mengaku kerap merasa aneh dan risih karena namanya selalu menjadi bahan gunjingan oran-orang yang baru mendengarnya.
"Dulu selalu mikir kenapa kok nama saya agak aneh dan beda sendiri dari kebanyakan orang," ujarnya, jujur. Seiring waktu, pandangannya berubah. Beranjak dewasa, Dinda mulai meresapi arti sesungguhnya, berdamai dengan keunikan diri, dan justru merasa bersyukur. Ia kini bangga menjadi sang mentari bagi orang-orang terkasihnya.
Tak ayal, kisah yang dibagikan gadis asal Pekalongan, Jawa Tengah, ini banjir simpati. Postingan video itu telah ditonton lebih dari 145,9 ribu kali, memantik komentar haru dari warganet. "Eeeh serius,,,banyak berseliweran trend ini...tp baru baca namamu saja yg bikin aku nangis...knp yah...mana baru setengah 6 pagi...
Artikel Terkait
Beban Pemeliharaan IKN Rp300 Miliar per Tahun Jadi Sorotan Ekonom, Perencanaan Pemerintah Dipertanyakan
Pria Banting Perawat di UGD Makassar, Emosi Meledak saat Sang Ayah Berpulang
Tagar JusticeforDaru Bergema: Keluarga Diplomat Muda Berprestasi Dorong Kasus Kematian Janggal Arya Daru Terungkap
Masyarakat Matrilineal Minangkabau: Warisan Budaya yang Unik dan Masih Bertahan
Menelusuri Jejak Adat, Liburan Semester Seru di Ranah Minang