• Senin, 20 Juli 2026

Tragedi KM Barcelona 5, Perbedaan Jumlah Korban dan Manifest Jadi Sorotan

.
Aswadin, Sulawesi Today
- Senin, 21 Juli 2025 | 21:25 WIB
Tragedi KM Barcelona V ungkap fakta mengejutkan: jumlah korban dievakuasi jauh lampaui manifest. Sorotan ke pengawasan & dugaan penumpang gelap.
Tragedi KM Barcelona V ungkap fakta mengejutkan: jumlah korban dievakuasi jauh lampaui manifest. Sorotan ke pengawasan & dugaan penumpang gelap.

Sulawesitoday - KM Barcelona V Terbakar: Bagaimana Bisa Jumlah Korban Melonjak Hampir Dua Kali Lipat dari Manifest? Itulah pertanyaan besar yang muncul dari tragedi terbakarnya kapal penumpang KM Barcelona V di Perairan Talise, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (20/7/2025). Data resmi menunjukkan fakta yang mengagetkan: total 571 jiwa dievakuasi, dengan 568 selamat dan 3 meninggal dunia.

Padahal, dalam manifesto KM Barcelona 5 hanya tercatat 280 penumpang dan 15 awak. Sebuah angka yang jauh dari perkiraan, hampir dua kali lipat!
Kapal nahas itu terbakar hebat saat dalam perjalanan dari Pelabuhan Melonguane, Kepulauan Talaud, menuju Manado. Sempat singgah di Lirung, namun di tengah Laut Talise, api mendadak menyambar kapal.

Kepanikan pun pecah di atas dek, mengubah perjalanan damai menjadi mimpi buruk. "Jumlah korban hampir dua kali lipat dari manifest. Diduga banyak penumpang tidak terdaftar secara resmi," tegas laporan Basarnas, Senin pagi (21/7/2025), mengungkap tabir gelap di balik insiden ini.

Evakuasi Maraton Libatkan Puluhan Instansi
Operasi penyelamatan, yang oleh banyak pihak disebut sebagai salah satu yang terbesar di perairan Sulawesi Utara tahun ini, langsung digulirkan. Tim SAR gabungan tak kurang dari 27 instansi bahu-membahu. Sebut saja TNI AL, Polri, Basarnas, Bakamla, hingga organisasi kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa, semuanya mengerahkan kekuatan untuk menolong para korban.

  1. Tiga titik pelabuhan menjadi pusat evakuasi utama, menampung para penyintas yang berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah:
  2. Pelabuhan Munte (Likupang): Sebanyak 56 orang berhasil dievakuasi oleh KN SAR Bimasena, dengan 55 selamat dan 1 jiwa meninggal dunia. Tak hanya itu, 48 korban lain juga berhasil diselamatkan oleh RIB Basarnas dan KNP 331.
    Dermaga Serei (Bakamla): Lokasi ini menjadi saksi bisu evakuasi 263 orang, di mana 2 di antaranya ditemukan tak bernyawa.
  3. Pelabuhan Manado: Sebanyak 198 orang yang berhasil diselamatkan dibawa menggunakan KM Barcelona III dan KM Express Bahari.

Manifest Bohong, Bencana Menunggu Waktu
Meningkatnya jumlah korban secara drastis dari yang tertera di manifest memunculkan sorotan tajam. Ini bukan sekadar angka, melainkan indikasi serius terhadap sistem pengawasan penumpang kapal laut. Dugaan kuat adanya praktik calo tiket gelap dan pembiaran administratif kini membayangi pengelola KM Barcelona.

"Manifest bohong adalah bencana yang sedang menunggu waktu. Kini saatnya Kementerian Perhubungan membongkar praktik ilegal dalam pelayaran kita," seru pemerhati transportasi laut, Andri Lonto, kepada media.

Pernyataan ini bak cambuk, menuntut pemerintah serius membongkar celah-celah yang selama ini dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab, demi keselamatan pelayaran di masa mendatang. Tragedi KM Barcelona 5 ini harus menjadi pelajaran berharga.

Baca Juga: KM Barcelona 5 Terbakar, Kasat Reskrim Talaud Diduga Jadi Korban

Editor: Aswadin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini