• Kamis, 4 Juni 2026

Tipu Muslihat Agen Asuransi di Palu, Tiga Gadis Muda Tertipu - Data Pribadi Disalahgunakan untuk Pembukaan Rekening Bank Mayapada Tanpa Sepengetahuan

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 28 Juli 2025 | 11:53 WIB
Tiga perempuan muda di Palu jadi korban tipu muslihat agen asuransi. Data pribadi yang dikirim untuk melamar kerja malah digunakan buka rekening.
Tiga perempuan muda di Palu jadi korban tipu muslihat agen asuransi. Data pribadi yang dikirim untuk melamar kerja malah digunakan buka rekening.

Sulawesitoday - Mimpi Jadi Agen Asuransi Berubah Jadi Mimpi Buruk, Bagaimana Data Pribadi Tiga Gadis Palu Disalahgunakan? Iming-iming pekerjaan sebagai agen asuransi ternyata hanya kedok untuk mengambil data pribadi dan membuka rekening tanpa sepengetahuan mereka.

Valencia masih ingat betul hari itu. Desember 2024 yang dingin, ketika harapan tentang masa depan cerah sebagai agen asuransi mulai bersemi. "Siapa sangka, mimpi indah itu malah berubah jadi mimpi buruk," kenangnya dengan nada getir.

Seperti layaknya anak muda lain, Valencia—bersama dua sahabatnya Catherine dan Stefani—tergiur tawaran pekerjaan yang datang dari perempuan berinisial T. Sosok yang tak asing, sebab ia adalah kakak dari sahabat dekat Valencia.

"Kamu mau jadi agen di PT Chubb Life Insurance gak? Lumayan loh, bisa jalan-jalan ke luar kota bahkan luar negeri," bujuk T saat itu. Tanpa berpikir panjang, Valencia mengiyakan. Bahkan ia mengajak Catherine dan Stefani untuk ikut serta.

Yang diminta sederhana: kirim data pribadi lengkap termasuk KTP. Mereka dijanjikan akan mulai bekerja pada April 2025. Namun, ibarat pepatah "tak kenal maka tak sayang", mereka tak mengenal betul sosok T yang sesungguhnya.

Bulan demi bulan berlalu. Januari, Februari, Maret—Valencia terus menghubungi T menanyakan kepastian. Jawaban yang diberikan selalu sama: "Sabar ya, masih menunggu keputusan atasan."

April tiba. Valencia dan Stefani akhirnya dipanggil ke Kantor Pemasaran Chubb di Jalan Basuki Rahmat, Palu. Anehnya, Catherine tidak ikut dipanggil. Di sana, T kembali meminta mereka merekrut satu orang lagi. Stefani pun mengajak temannya, Mikha.

"Selama proses itu, hanya saya, Mikha, dan Stefani yang pernah menginjakkan kaki ke kantor. Catherine sama sekali tidak pernah dipanggil," ungkap Valencia saat ditemui Selasa lalu (22/7/2025).

Sebuah kejanggalan mulai terasa. Dalam kunjungan berikutnya, Valencia diminta suami T berinisial R untuk mengisi formulir pembukaan rekening Bank Mayapada. Tanpa curiga, ia menandatanganinya. "Kami dijanjikan jadi agen tanpa gaji atau komisi, hanya iming-iming reward jalan-jalan," tambahnya.

Badai kecurigaan mulai mengganas ketika Valencia mengetahui fakta mengejutkan. Stefani dan Mikha ternyata memiliki rekening atas nama mereka di Bank Mayapada, padahal tidak pernah diminta mengisi formulir apa pun. Begitu pula Catherine yang bahkan tak pernah menjejakkan kaki ke kantor, namun tercatat sebagai pemilik rekening aktif.

Lebih ironis lagi, hanya Valencia yang pernah menandatangani formulir, namun justru rekening atas namanya tidak ditemukan. Ketiga rekannya yang tidak pernah menandatangani justru memiliki rekening dengan riwayat transaksi yang mencurigakan.

"Rasanya seperti ditampar berkali-kali. Saya yang tanda tangan malah gak punya rekening, mereka yang gak tanda tangan malah ada rekeningnya," ujar Valencia dengan nada kecewa.

Valencia kemudian melaporkan kejadian ini ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulteng. Beberapa minggu kemudian, pimpinan Bank Mayapada Cabang Palu mengklaim telah memberikan klarifikasi—meski detail klarifikasi tersebut tidak diungkapkan.

Catherine, yang merasa paling dirugikan karena sama sekali tidak pernah terlibat langsung, mengambil langkah tegas. Pada 2 Juni 2025, ia melaporkan kasus ini ke Polda Sulteng.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini