• Selasa, 21 Juli 2026

Surat Ancaman Hantui Direktur RSUD Raja Tombolotutu, Aksi Intimidasi Terhadap Pelayan Publik

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 13:43 WIB
Direktur RSUD Raja Tombolotutu, dr. Flora Merlin, mendapat surat ancaman. Pihak RS mengutuk intimidasi itu dan ajak publik bersuara.
Direktur RSUD Raja Tombolotutu, dr. Flora Merlin, mendapat surat ancaman. Pihak RS mengutuk intimidasi itu dan ajak publik bersuara.

Sulawesitoday - Direktur RSUD Raja Tombolotutu Terima Surat Ancaman, Pihak Rumah Sakit Angkat Bicara

Surat kaleng bernada ancaman tiba di meja Direktur RSUD Raja Tombolotutu, dr. Flora Merlin. Kiriman misterius itu memicu kegeraman. Khususnya dari manajemen rumah sakit yang kini buka suara. Mereka mengutuk keras tindakan itu, menyebutnya sebagai bentuk tekanan dan intimidasi tak pantas.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Sulawesitoday.com (@sulawesitoday)

 

Kisah ini berawal pada 2 Agustus 2025. Saat sebuah surat kaleng diterima oleh Direktur RSUD Raja Tombolotutu, dr. Flora Merlin.

Tentu, surat itu bukan surat cinta. Isinya sarat tekanan dan ancaman. Tak tertera nama pengirim. Hanya pesan singkat bernada intimidasi. Membuat suasana rumah sakit jadi sedikit keruh. Pihak rumah sakit tak tinggal diam.

Melalui akun media sosial official mereka, sebuah postingan mengunggah cerita ini. Sebuah pengakuan lugas. Juga, perlawanan nyata.

"Isi surat ini jelas mengandung tekanan dan intimidasi," begitu kutipan postingan tersebut. Postingan itu menjadi semacam deklarasi. Menyatakan bahwa tindakan intimidasi ini tidak bisa dibiarkan.

Di posisi dr. Flora Merlin sebagai pimpinan fasilitas publik, perlakuan semacam ini amat tidak pantas. "Apakah pantas mendapat perlakuan seperti ini?" lanjut pernyataan dari pihak rumah sakit. Ini bukan sekadar pertanyaan retoris. Ini sebuah sentilan keras untuk para pelaku dan publik.

Lalu, apa langkah rumah sakit? Mereka mengajak masyarakat untuk bersuara. Mengajak publik menjadi saksi dan penjaga.

Bersama-sama menjaga iklim kerja yang aman. Profesionalisme harus tetap terjaga, demi kemaslahatan publik. Sebuah penutup yang kuat. Mengaitkan kasus personal ini dengan isu lebih besar. Yaitu, perlindungan bagi para pelayan publik.

Postingan itu mengakhiri pesannya dengan pertanyaan yang mengajak pembaca untuk ikut merenung: "Bagaimana pandangan Anda terhadap kejadian ini?"

Baca Juga: Ledakan Pertamina Subang, Polres Cepat Amankan Lokasi - Korban Dirawat

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini