• Selasa, 21 Juli 2026

Pengamat Lihat Frustasi Menkeu Purbaya Meledak Soal Coretax Dinilai Setara Karya Lulusan SMA

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 19:47 WIB
Menkeu Purbaya frustasi berat dengan Coretax. Sistem dinilai seperti buatan lulusan SMA. Vendor asing LG CNS gagal total.
Menkeu Purbaya frustasi berat dengan Coretax. Sistem dinilai seperti buatan lulusan SMA. Vendor asing LG CNS gagal total.

Sulawesitoday - Kekecewaan menumpuk. Janji meleset. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya meledak. Pernyataannya soal sistem Coretax yang disamakan dengan aplikasi buatan anak SMA bukan sekadar sindiran. Ekonom senior Wijayanto Samirin membaca ini sebagai tanda frustasi akut seorang menteri yang terjebak warisan sistem cacat.

"Ini bukan lagi soal teknis," ujar Wijayanto, Sabtu (25/10/2025). Nadanya tegas. "Ini soal janji yang terlanjur dilontarkan. Beliau bilang akan membereskan Coretax dalam sebulan. Kenyataannya? Sistem ini seperti bom waktu yang terus berdetak."

Coretax memang bukan sembarang aplikasi. Ia adalah jantung perpajakan Indonesia. Tapi jantung ini tersumbat. Bertahun dikembangkan, triliunan dana terkuras, hasilnya justru aplikasi yang nyaris lumpuh.

  • Apa Sebenarnya yang Membuat Coretax Kolaps?

Akar masalahnya ternyata sederhana namun fatal. Integrasi data. Ide cemerlang—atau justru naif—untuk menyatukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) menciptakan bencana teknis.

Wijayanto membeber angka yang mencengangkan. Server yang tadinya hanya menampung 15 hingga 20 juta data kini dipaksa menelan 200 juta lebih NIK berikut foto KTP. Bayangkan. Beban meningkat sepuluh kali lipat. Server menjerit. Sistem ambruk.

"Dari 20 juta menjadi 200 juta," kata Wijayanto. "Ini bukan upgrade. Ini bunuh diri digital."

Belum lagi soal diskresi. Dalam setahun terakhir, kebijakan perpajakan berubah-ubah. Aturan baru bermunculan. Sistem yang dirancang tak bisa mengikuti kecepatan perubahan regulasi. Hasilnya? Chaos.

  • Vendor Asing Gagal, Hacker Lokal Dipanggil

Kamis (24/10/2025), Purbaya mengaku sudah memanggil peretas putih. Hacker Indonesia. Mereka yang masuk ranking dunia. Tugasnya? Menguji sistem yang katanya sudah diperbaiki.

"Hacker kita jago-jago banget," kata Purbaya di Kementerian Keuangan. "Orang Indonesia, ranking dunia. Saya panggil mereka. Hasilnya? Sudah lumayan."

Lumayan. Kata yang diplomatis untuk situasi yang masih jauh dari sempurna.

Yang lebih mengejutkan, Purbaya menyerang balik vendor asing LG CNS. Perusahaan Korea Selatan yang digaji untuk mengembangkan Coretax selama empat tahun ini dinilai tak menemukan jalan keluar. Masalah kritis yang dialami pengguna tetap berulang.

"Depan bisa diberesin, tengah bisa diberesin," ungkap Purbaya. "Yang di bawah, yang di LG, gak bisa."

  • Lulusan SMA atau Programmer Abal-abal?

Pernyataan paling pedas datang setelah tim Purbaya mengecek source code Coretax. Mereka menemukan hal yang bikin geleng-geleng kepala. Kode program yang ditulis terkesan amatiran.

"Komentarnya lucu," kata Purbaya. Nadanya sarkastis. "Begitu dapet source code-nya, orang saya bilang: wah ini programmer tingkat baru lulusan SMA."

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini