• Selasa, 21 Juli 2026

Pengamat Lihat Frustasi Menkeu Purbaya Meledak Soal Coretax Dinilai Setara Karya Lulusan SMA

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 19:47 WIB
Menkeu Purbaya frustasi berat dengan Coretax. Sistem dinilai seperti buatan lulusan SMA. Vendor asing LG CNS gagal total.
Menkeu Purbaya frustasi berat dengan Coretax. Sistem dinilai seperti buatan lulusan SMA. Vendor asing LG CNS gagal total.

Sindiran telak. LG CNS, perusahaan besar dengan reputasi internasional, disebut mengirim programmer kelas dua ke Indonesia. Yang dikasih bukan orang jago-jagonya. Indonesia seperti dapat sisa-sisa tenaga kerja mereka.

  • Haruskah Langsung Bicara Korupsi?

Wijayanto Samirin punya pandangan berbeda. Ia meminta publik tak terburu-buru melompat ke isu korupsi. Menurut dia, tender Coretax berjalan transparan. Masalahnya murni teknis.

"Fokus pada perbaikan sistem dulu," tegasnya. "Jangan lompat terlalu jauh ke isu korupsi. Saya yakin tender diproses dengan cara yang benar."

Tapi bisakah sistem sebesar ini diselamatkan? Wijayanto optimis. Dengan pendekatan yang tepat, Coretax masih bisa diperbaiki. Tentu bukan dalam sebulan seperti janji awal Purbaya.

"Ini butuh waktu," ujar Wijayanto. "Tapi dengan fokus yang jelas, bisa berjalan baik."

  • Warisan Berat Sri Mulyani

Coretax adalah warisan era Sri Mulyani. Mantan Menkeu yang kini menjabat sebagai Managing Director Bank Dunia ini meninggalkan sistem yang setengah matang. Purbaya harus menanggung konsekuensinya.

Janji sebulan untuk memperbaiki Coretax kini terdengar seperti kesombongan. Atau mungkin optimisme berlebihan. Kenyataan membuktikan, sistem ini jauh lebih kusut dari perkiraan.

Frustasi Purbaya bukan tanpa alasan. Ia mewarisi sistem yang dirancang buruk, dikembangkan dengan standar rendah, dan dipaksakan beroperasi sebelum siap. Belum lagi tekanan politik dan ekspektasi publik yang tinggi.

  • Apakah Ini Akhir dari Coretax?

Pertanyaannya bukan apakah Coretax bisa diperbaiki. Tapi berapa lama dan berapa biaya lagi yang harus dikeluarkan. Indonesia sudah menghabiskan trilyunan. Wajib pajak sudah tersiksa berbulan-bulan. Kepercayaan pada sistem pajak mulai terkikis.

Purbaya kini di persimpangan jalan. Terus memperbaiki sistem cacat ini atau memulai dari nol dengan pendekatan baru. Keduanya butuh waktu, dana, dan mental baja.

Yang jelas, pernyataan "programmer lulusan SMA" bukan sekedar lelucon. Itu teriakan frustasi seorang menteri yang tahu betapa dalamnya lubang yang harus ditambal. Dan mungkin, itu juga peringatan bagi semua pihak yang terlibat dalam proyek-proyek besar negara.

Jangan remehkan Indonesia. Jangan kirim programmer kelas dua. Karena pada akhirnya, yang dirugikan adalah rakyat yang harus menggunakan sistem itu setiap hari.

Baca Juga: Dugaan Kerugian Negara Menganga, Politisi Golkar Desak Audit Menyeluruh Sistem Coretax Warisan Era Lama

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini