-
Pelajaran dari Dua Dekade Lalu
Pengalaman Sri Mulyani menawarkan pelajaran berharga. Kehebatan teknis saja tak cukup. Popularitas awal bisa menjadi bumerang. Dukungan publik perlu dijaga lewat kebijakan yang inklusif. Komunikasi yang membumi menjadi kunci.
Purbaya memiliki kesempatan emas. Ia bisa belajar dari kesalahan pendahulunya. Menjaga profesionalisme tanpa terperosok ke ranah politik praktis. Membangun kebijakan yang tidak hanya terdengar bagus di ruang rapat, tapi juga dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil dan kelas menengah.
Pertanyaan besarnya: apakah Purbaya akan mengulangi siklus yang sama? Ataukah ia mampu memecahkan lingkaran setan popularitas-kekecewaan yang menghantui para Menteri Keuangan sebelumnya? Hanya waktu yang akan menjawab. Namun peringatan Yanuar setidaknya menjadi alarm dini. Sebuah pengingat bahwa sejarah cenderung berulang bagi mereka yang tak mau belajar darinya.
Di tengah euforia atas sosok baru, publik perlu tetap kritis. Memberikan ruang kerja, namun tidak melupakan fungsi kontrol. Mendukung profesionalisme, namun menolak politisasi jabatan. Hanya dengan cara inilah konsep zaken kabinet yang sesungguhnya bisa terwujud. Dan hanya dengan begitu, Indonesia bisa keluar dari lingkaran setan yang sama: menerima figur baru dengan euforia, lalu menolaknya dengan kekecewaan beberapa tahun kemudian.
Purbaya Yudhi Sadewa kini berdiri di persimpangan sejarah. Jalan yang dipilihnya akan menentukan apakah namanya akan dikenang sebagai reformator sejati, atau sekadar repetisi dari pola lama yang tak pernah usai.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Sebut Titik Ekonomi yang Dijanjikan Jokowi untuk Whoosh Belum Terwujud
Artikel Terkait
Bayang-bayang Ketakutan Masih Menyelimuti SMAN 72 Jakarta: Sebagian Siswa Belum Siap Kembali ke Sekolah
Hari Ketiga Longsor Majenang: 12 Jiwa Masih Terperangkap Lumpur Cilacap
Apresiasi Nasional untuk Hestiwati Nanga: Dedikasi Tanpa Henti untuk Pendidikan Anak Usia Dini Parigi Moutong
Wabup Abdul Sahid Tegas di Konsultasi KLHS, Era Ego Sektoral Penataan Ruang Parigi Moutong Harus Berakhir
Sistem Kerja dan Pakaian Dinas ASN Parimo Diatur Ketat, Ini Langkah Transformasi Birokrasi 2025