Sulawesitoday - Tanah longsor menerjang Dusun Situkung. Desa Pandanarum kini lumpuh total. Satu warga bernama Klewih (40) ditemukan tewas. Jarak penemuan 1 kilometer dari titik longsor.
Kejadian ini terjadi Minggu sore. Pukul 13.30 WIB tepatnya. Muhammad Chomsul, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jawa Tengah, mengonfirmasi kematian tersebut. "Betul ada warga meninggal dunia," ujarnya singkat.
Chomsul mengungkapkan detil kronologi. Hujan deras mengguyur Pandanarum. Durasi mencapai 13 jam lebih. Tanah pun tak kuat menahan beban air. Longsor meluncur dengan kecepatan tinggi.
Luas area longsor mencengangkan. Sekitar 100 meter memanjang. Hampir 1 hektare lahan tertimbun. "Ada 20 unit rumah terdampak," kata Chomsul. Status kerusakan masih dalam pendataan.
Berapa Jumlah Korban Sebenarnya?
Angka korban terus bertambah. Data awal menyebut 180 kepala keluarga terdampak. Jumlah jiwa mencapai 700 orang. Dua warga dilaporkan masih terjebak. Kondisi mereka belum diketahui pasti.
Bergas Catursasi Penanggungan, Kepala BPBD Jateng, memberikan klarifikasi. Korban meninggal berbeda dengan yang terjebak. "Info yang terjebak itu di dalam rumah," jelasnya. Klewih ditemukan terpisah dari lokasi utama. Kemungkinan terseret arus longsoran.
Dua orang lainnya mengalami luka-luka. Mereka segera mendapat penanganan medis. Total pengungsi mencapai 480 jiwa. Mereka kini berteduh di kantor Kecamatan Pandanarum.
Aji Piluroso, Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, memimpin evakuasi. Tim Reaksi Cepat langsung dikerahkan. "Sebanyak 179 jiwa mengungsi ke Pendopo," katanya pukul 16.35 WIB. Angka terus berubah seiring kedatangan pengungsi baru.
Mengapa PLN Memutus Aliran Listrik?
Langkah preventif segera diambil PLN. Jaringan listrik ke Situkung diputus. Waktu pemadaman pukul 16.06 WIB. Alasannya sederhana namun krusial: mencegah korban tersengat listrik.
Kabel-kabel listrik berserakan di zona longsor. Air dan lumpur membasahi instalasi. Risiko elektrokusi sangat tinggi. Sambungan dari Sukawera ikut dimatikan. Keselamatan warga jadi prioritas utama.
Kondisi lapangan masih kacau. Sejumlah warga melarikan diri ke hutan. Media sosial ramai dengan informasi simpang-siur. Ada yang mengaku melihat korban tertimbun. Namun laporan resmi belum mengkonfirmasi hal ini.
BPBD masih melakukan pendataan menyeluruh. Jumlah rumah rusak belum terdata detail. Klasifikasi kerusakan—ringan, sedang, atau berat—masih dalam asesmen. Tim kaji cepat terus bekerja hingga malam.
Artikel Terkait
846 Ton Beras Mengalir ke Parigi Moutong, Langkah Strategis Stabilkan Harga Pangan di Tengah Gejolak Ekonomi
Pejabat Pusat Turun Langsung Cek Kualitas Beras Bantuan di Parimo: Layak Konsumsi atau Sekadar Formalitas?
Tiga Ancaman Intai Remaja Parigi Moutong, Ini Solusi Pemda
Bupati Bentuk Satgas Khusus Percepat Pembangunan 170 Gerai KDKMP di Parigi Moutong
66 Persen Pajak Kendaraan Kini Langsung Masuk Kas Parigi Moutong, Bukan Lagi Bagi Hasil