• Kamis, 4 Juni 2026

Semeru Muntahkan Awan Panas Beruntun, Status Awas Diberlakukan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 19 November 2025 | 20:21 WIB
Semeru erupsi beruntun 19 Nov 2025. Status naik Level IV Awas. Zona bahaya 20 km Besuk Kobokan. Warga diminta evakuasi segera.
Semeru erupsi beruntun 19 Nov 2025. Status naik Level IV Awas. Zona bahaya 20 km Besuk Kobokan. Warga diminta evakuasi segera.

Sulawesitoday - Gunung Semeru kembali menunjukkan taringnya. Rabu sore, 19 November 2025, rangkaian erupsi awan panas mengguncang kawasan sekitar puncak tertinggi Pulau Jawa ini. Dimulai pukul 14.13 WIB, peristiwa itu berlangsung beruntun. Kabut tebal menyelimuti tubuh Semeru. Pengamatan visual mustahil dilakukan.

Gentur Dwi Teguh Santoso, petugas Pos Pengamatan Gunung Api, mencatat amplitude maksimum 37 milimeter. "Awan panas masih berlangsung hingga laporan ini dibuat," ungkapnya dalam keterangan resmi. Ini bukan letusan biasa. Erupsi terjadi berantai. Satu demi satu memuntahkan material vulkanik ke udara.

Kondisi cuaca buruk memperumit situasi. Jarak luncur awan panas tak terverifikasi. Namun rekaman seismograf tak bisa dibohongi. Data menunjukkan intensitas mengkhawatirkan. Gempa guguran mendominasi grafik. Semeru gelisah.

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Puncak Semeru?

Aktivitas vulkanik Semeru meningkat drastis beberapa hari terakhir. Guguran lava pijar meluncur semakin sering. Targetnya: Besuk Kobokan. Jalur aliran yang sama telah menelan korban dalam erupsi-erupsi sebelumnya. 

"Kejadian guguran lava pijar semakin intensif ke arah Besuk Kobokan," tegas Gentur. Ia menjelaskan pola gempa mengindikasikan suplai material baru dari dalam perut bumi. Magma segar naik ke permukaan. Tekanan meningkat.

Gempa letusan, guguran, harmonik—semuanya terdeteksi. Alat pemantau bekerja tanpa henti merekam setiap getaran. Semeru sedang dalam fase aktif penuh. Material vulkanik terus dikeluarkan melalui letusan dan hembusan.

Data deformasi menambah keresahan. Nilai variasi kecepatan relatif (dv/v) menunjukkan tren menurun sejak pertengahan Oktober 2025. Artinya? Tekanan di dekat permukaan terus naik. Potensi erupsi besar mengintai.

Pengamatan visual terhambat cuaca. Namun instrumen seismik bicara lantang. Gunung ini tidak bercanda. Aktivitasnya jauh dari kata stabil.

Mengapa Status Dinaikkan Menjadi Awas?

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tidak main-main. Setelah analisis mendalam terhadap data vulkanik, kegempaan, dan deformasi, keputusan diambil. Status Semeru dinaikkan dari Level III (Siaga) ke Level IV (Awas). Berlaku mulai pukul 17.00 WIB hari yang sama.

"Tingkat aktivitas G. Semeru dinaikkan menjadi Level IV (Awas)," tulis Gentur dalam laporannya. Level tertinggi dalam sistem peringatan gunungapi Indonesia. Ini sinyal bahaya maksimal. Erupsi besar bisa terjadi kapan saja.

Kenaikan status bukan keputusan sembarangan. PVMBG mempertimbangkan ancaman nyata bagi masyarakat sekitar. Lontaran batu pijar dapat menjangkau radius 8 kilometer dari kawah. Awan panas berpotensi meluncur hingga 20 kilometer di sektor tenggara.

Sejarah mencatat Semeru pernah mengamuk dahsyat. Desember 2021, erupsi besar menewaskan puluhan orang. Desa-desa di sepanjang Besuk Kobokan hancur tertimbun material vulkanik. Trauma itu masih segar dalam ingatan warga.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini