• Selasa, 21 Juli 2026

Tapanuli Tengah dan Sibolga Terisolir, BNPB Butuh 3 Hari Tembus Longsor 50 Kilometer

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 30 November 2025 | 17:12 WIB
Tapanuli Tengah & Sibolga terisolir 4 hari. BNPB butuh 3 hari tembus longsor 50 km. 172 tewas, 147 hilang. Begini fakta sebenarnya.
Tapanuli Tengah & Sibolga terisolir 4 hari. BNPB butuh 3 hari tembus longsor 50 km. 172 tewas, 147 hilang. Begini fakta sebenarnya.

Satuan tugas gabungan TNI dan Polri telah dikerahkan. Mereka berupaya membuka jalur transportasi yang terputus. Pekerjaan ini bukan main-main mengingat panjang longsoran hampir 50 kilometer.

"Sekarang dengan satgas gabungan TNI dan Polri sudah berusaha membuka dan menurut penjelasan kemarin sore, paling tidak butuh waktu 3 hari," terang Suharyanto. Tiga hari menjadi target optimistis untuk menembus isolasi geografis tersebut.

Sementara evakuasi lewat udara terus dilakukan. Helikopter menjadi satu-satunya harapan bagi Tapanuli Tengah. Sibolga punya alternatif jalur laut, meski cuaca buruk kerap menghambat.

Tantangan teknis sangat kompleks. Material longsor bercampur pohon tumbang. Jalan rusak parah di beberapa titik. Cuaca ekstrem masih mengancam. Setiap meter yang dibuka adalah kemenangan kecil.

Bagaimana Kondisi Korban dan Pengungsi Saat Ini?

Angka korban terus diperbarui. Data terakhir mencatat 172 orang meninggal dunia di wilayah Sumatera Utara. Sebanyak 147 orang dinyatakan hilang. Angka-angka ini bisa bertambah seiring pembukaan akses ke wilayah terisolir.

"Kemudian yang terdampak ini cukup banyak, masyarakat yang selamat ini mengungsi," ungkap Suharyanto. Ribuan warga kini tinggal di pengungsian darurat. Mereka membutuhkan bantuan logistik segera.

Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, dan Tapanuli Selatan juga mencatat kerusakan signifikan. Namun akses ke wilayah tersebut relatif lebih mudah. Bantuan sudah mulai berdatangan secara reguler.

Fokus penanganan kini tertuju pada dua wilayah kritis. Tapanuli Tengah dan Sibolga menjadi prioritas absolut. Waktu menjadi faktor penentu keselamatan ribuan jiwa yang masih terisolir.

Baca Juga: Tragedi Banjir Bandang Sumatera Telan 303 Nyawa, Ratusan Orang Masih Hilang

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini