Sulawesitoday - Sabtu sore, 29 November 2025. Angka itu terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat rekor kelam. Korban meninggal banjir bandang mencapai 303 jiwa. Tiga provinsi di Sumatera luluh lantak.
Kepala BNPB, Suharyanto merilis data resmi. Waktu menunjukkan pukul 18.30 WIB. Bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat ini menjadi salah satu yang terburuk tahun ini. Angka korban terus merangkak naik seiring pencarian yang berlanjut.
"Data masih akan berkembang," ujar Suharyanto. Kalimat itu terdengar berat. Satgas gabungan masih bergerak. Mereka menyisir lokasi bencana. Harapan memudar seiring waktu berjalan.
-
Sumut Catat Korban Terbanyak, Berapa Jumlahnya?
Sumatra Utara menjadi episentrum tragedi. Angka korban jiwa tertinggi. Dari 116 korban kemarin, kini membengkak menjadi 166 orang tewas. Lonjakan drastis dalam 24 jam.
"Kemudian 143 jiwa masih hilang," Suharyanto melanjutkan. Nada suaranya datar namun sarat keprihatinan. Ratusan keluarga masih menanti kepastian. Mereka berharap keajaiban datang. Namun realitas berbicara lain.
Wilayah Sumut memang terparah. Banjir bandang menyapu bersih pemukiman. Longsor menutup jalan akses. Evakuasi terhambat sejak awal. Kondisi geografis memperburuk situasi. Bukit-bukit terjal menjadi ancaman baru.
-
Bagaimana Kondisi Korban di Aceh?
Aceh tidak luput dari murka alam. Provinsi paling barat Indonesia ini mencatat 47 korban tewas. Angka yang tak kalah memilukan. "Ada penambahan korban," Suharyanto menegaskan.
Rincian data menunjukkan fakta mengejutkan. Sebanyak 51 orang dinyatakan hilang. Delapan lainnya mengalami luka-luka. Pencarian terus dilakukan meski cuaca tak bersahabat. Tim SAR bekerja tanpa henti.
Kabupaten-kabupaten di Aceh porak poranda. Air bah datang tanpa peringatan. Tengah malam, warga terbangun panik. Mereka berlari menyelamatkan diri. Tak sempat membawa apa-apa. Harta benda terendam lumpur.
-
Sumbar Catat Lonjakan Korban dari Agam
Sumatra Barat menyusul dengan angka mengerikan. Total 90 korban meninggal dunia. Kabupaten Agam menyumbang angka terbesar: 74 jiwa. "Untuk Padang ini meningkat," ungkap Suharyanto. Nada keprihatinannya makin kentara.
Data mencengangkan terus mengalir. Sebanyak 85 orang masih hilang. Sepuluh korban mengalami luka-luka. Sumbar kini menduduki posisi kedua setelah Sumut. Tragedi ini mengubah peta bencana nasional.
Wilayah pegunungan Agam memang rawan. Tanah labil akibat hujan deras. Longsor terjadi di mana-mana. Rumah-rumah tertimbun material. Akses jalan terputus total. Bantuan sulit masuk ke lokasi terpencil.
-
Mengapa Akses Bantuan Begitu Sulit?
Presiden Prabowo Subianto angkat bicara. Dalam pidatonya di Hari Guru Nasional, Jakarta, Jumat kemarin. Ia mengakui pemerintah hadapi kendala berat. "Kondisinya sangat berat," kata Prabowo. Pengakuan jujur sang pemimpin.
Akses terputus di berbagai titik. Cuaca ekstrem masih berlanjut. "Helikopter dan pesawat sulit mendarat," Prabowo menjelaskan. Hujan lebat mengganggu operasi udara. Angin kencang mengancam keselamatan pilot. Jarak pandang minim akibat kabut tebal.
Artikel Terkait
Wali Kota Sibolga Terisolasi 3 Hari di Tengah Longsor, Jaringan Mati, 8 Orang Tewas, Tim SAR Kesulitan Cari
Karyawan Pialang Asuransi Dipecat Gara-Gara Tumbler Hilang di KRL, Curhatan Medsos Berujung PHK
Proyek Gedung Perpustakaan Parimo Terancam Putus Kontrak Gara-Gara Kaca, PPK vs Kontraktor
Kemenhub Diam-Diam Cabut Izin Bandara IMIP Sejak Oktober, Jauh Sebelum Polemik Mencuat
Wabup Parimo Disebut Tekan PPK Cairkan Dana Proyek Perpustakaan