Pemerintah tak tinggal diam. Tiga pesawat Hercules C-130 diturunkan. Satu unit A-400 turut beroperasi. Jalur darat dan udara dimaksimalkan. Bantuan disalurkan bertahap sesuai kebutuhan lapangan. Namun pertanyaannya: cukupkah upaya ini?
-
Respons Pemerintah di Tengah Kritik
Sejak hari pertama, pemerintah bergerak cepat. Setidaknya begitu klaim resmi. Prabowo menegaskan bantuan terus mengalir. "Pengiriman dilakukan terus menerus," janjinya. Armada dikerahkan maksimal. Logistik disiapkan berlimpah.
Namun realitas di lapangan bercerita beda. Warga mengeluh bantuan lambat. Beberapa desa terisolasi berhari-hari. Air bersih langka. Makanan menipis. Selimut tak cukup menghangatkan malam dingin. Pertanyaan mulai bermunculan: di mana koordinasi yang dijanjikan?
Prabowo mengklaim pemerintah responsif. Data menunjukkan upaya maksimal dilakukan. Tapi angka korban terus membengkak. Ratusan masih hilang tanpa jejak. Keluarga korban menanti dengan cemas. Harapan dan keputusasaan bercampur aduk dalam setiap detik yang berlalu.
Artikel Terkait
Wali Kota Sibolga Terisolasi 3 Hari di Tengah Longsor, Jaringan Mati, 8 Orang Tewas, Tim SAR Kesulitan Cari
Karyawan Pialang Asuransi Dipecat Gara-Gara Tumbler Hilang di KRL, Curhatan Medsos Berujung PHK
Proyek Gedung Perpustakaan Parimo Terancam Putus Kontrak Gara-Gara Kaca, PPK vs Kontraktor
Kemenhub Diam-Diam Cabut Izin Bandara IMIP Sejak Oktober, Jauh Sebelum Polemik Mencuat
Wabup Parimo Disebut Tekan PPK Cairkan Dana Proyek Perpustakaan