Kedua sungai utama ini menjadi indikator penting. Ketika TMA melampaui batas, banjir hampir pasti terjadi. Wilayah hilir akan merasakan dampaknya. Air meluap ke pemukiman penduduk. Kerugian pun tak terelakkan.
Personel BPBD telah diterjunkan ke sejumlah titik kritis. Mereka melakukan kajian bencana secara menyeluruh. Penanganan darurat juga langsung dilakukan. Prioritas utama adalah evakuasi warga dan pemberian bantuan logistik.
Tim lapangan bekerja dalam kondisi sulit. Hujan masih turun. Arus masih deras. Tapi mereka tetap bertugas. Nyawa warga menjadi tanggung jawab yang tidak bisa ditawar.
Baca Juga: Mau Stres Rasanya, Curhat Pilu Warga Aceh Tamiang Soal Beban Mental Pascabanjir Bandang
Artikel Terkait
Ekscavator Kembali Mengaum di PETI Karya Mandiri, Kades Dicurigai Beri Restu
MAKI Laporkan Dugaan Korupsi Tambang Nikel Konawe Utara ke Kejagung Usai KPK Terbitkan SP3
DPR Khawatir Bendera GAM di Aceh Picu Perpecahan, Momentum Bencana Jadi Taruhan
Emas Haram di Parimo: Deru Mesin, Bisikan Restu dan APH Buta
Tengah Malam di Bekasi, Gus Yazid Diborgol—Aliran Dana Rp20 Miliar dari Jenderal Terbongkar