Muchsin bergelantungan di ketinggian 10 meter. Motor trail yang ikut diangkut memperberat beban. Tali tak kuat menahan.
Momen menegangkan itu viral di media sosial. Netizen bertanya: jika pejabat saja nyaris celaka, bagaimana nasib warga biasa?
Insiden ini jadi peringatan keras. Tali sling bukan solusi permanen. Pemerintah perlu bergerak lebih cepat.
Gelap Tanpa Listrik, Terisolasi dari Peradaban
Akses darat bukan satu-satunya masalah. Kelistrikan juga lumpuh total di Kecamatan Ketol.
Sebelas desa, termasuk Burlah, masih bertahan dalam kegelapan. Aliran listrik belum bisa masuk sejak banjir bandang melanda.
Tanpa listrik, aktivitas ekonomi terhambat. Anak-anak kesulitan belajar. Komunikasi dengan dunia luar terputus.
Warga hanya bisa pasrah. Menunggu janji pemerintah yang entah kapan terwujud.
"Masalah kesehatan juga harus diperhatikan," tegas dr. Ilham mengingatkan.
Janji Pemulihan yang Tertunda
Pascabanjir November 2025, pemerintah menjanjikan pemulihan cepat. Namun hingga penghujung Desember, Kecamatan Ketol masih tertinggal.
Akses jalan belum dibuka. Jembatan belum dibangun. Listrik belum menyala.
Warga Burlah bertanya dalam hati: berapa lama lagi mereka harus bergantung pada tali sling?
Pemerintah daerah berdalih keterbatasan anggaran. Material sulit diangkut karena medan berat. Alasan klasik yang selalu diulang.
Sementara itu, warga terus mempertaruhkan nyawa setiap hari.
Artikel Terkait
Aswad Sulaiman Lepas dari Status Tersangka, Perjalanan 8 Tahun Kasus Dugaan Korupsi Nikel Rp2,7 T Berakhir
Bibit Siklon 965 Terbentuk di Selatan NTB, BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem Hingga Akhir Tahun
Hoaks Pemutihan Utang Pinjol Beredar Luas, OJK: Kami Tidak Pernah Keluarkan Pernyataan Penghapusan Tagihan
Tambang Emas Ilegal Diduga Milik Dg Aras di Nasalane Moutong Telan 4 Korban Jiwa
Jenazah Perempuan Ditemukan di Perairan Labuan Bajo, Diduga Anak Pelatih Valencia CF