• Kamis, 4 Juni 2026

Tergantung pada Sling, Warga Desa Burlah Bertahan Hidup Tanpa Jalan

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Senin, 29 Desember 2025 | 13:13 WIB
Warga Desa Burlah, Aceh Tengah, bertahan hidup dengan tali sling pascabanjir November 2025. Akses darat putus, listrik padam.
Warga Desa Burlah, Aceh Tengah, bertahan hidup dengan tali sling pascabanjir November 2025. Akses darat putus, listrik padam.

Muchsin bergelantungan di ketinggian 10 meter. Motor trail yang ikut diangkut memperberat beban. Tali tak kuat menahan.

Momen menegangkan itu viral di media sosial. Netizen bertanya: jika pejabat saja nyaris celaka, bagaimana nasib warga biasa?

Insiden ini jadi peringatan keras. Tali sling bukan solusi permanen. Pemerintah perlu bergerak lebih cepat.

Gelap Tanpa Listrik, Terisolasi dari Peradaban

Akses darat bukan satu-satunya masalah. Kelistrikan juga lumpuh total di Kecamatan Ketol.

Sebelas desa, termasuk Burlah, masih bertahan dalam kegelapan. Aliran listrik belum bisa masuk sejak banjir bandang melanda.

Tanpa listrik, aktivitas ekonomi terhambat. Anak-anak kesulitan belajar. Komunikasi dengan dunia luar terputus.

Warga hanya bisa pasrah. Menunggu janji pemerintah yang entah kapan terwujud.

"Masalah kesehatan juga harus diperhatikan," tegas dr. Ilham mengingatkan.

Janji Pemulihan yang Tertunda

Pascabanjir November 2025, pemerintah menjanjikan pemulihan cepat. Namun hingga penghujung Desember, Kecamatan Ketol masih tertinggal.

Akses jalan belum dibuka. Jembatan belum dibangun. Listrik belum menyala.

Warga Burlah bertanya dalam hati: berapa lama lagi mereka harus bergantung pada tali sling?

Pemerintah daerah berdalih keterbatasan anggaran. Material sulit diangkut karena medan berat. Alasan klasik yang selalu diulang.

Sementara itu, warga terus mempertaruhkan nyawa setiap hari.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini