• Selasa, 21 Juli 2026

Satire Tambang Ormas Keagamaan Bawa Pandji ke Polda Metro

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Kamis, 8 Januari 2026 | 22:01 WIB
Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya usai materi Mens Rea kritik pengelolaan tambang ormas keagamaan. Netizen beri dukungan.
Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke Polda Metro Jaya usai materi Mens Rea kritik pengelolaan tambang ormas keagamaan. Netizen beri dukungan.

Sulawesitoday - Materi stand-up Mens Rea soal konsesi pertambangan organisasi masyarakat Islam berujung laporan pencemaran nama baik. Netizen mempertanyakan substansi tuduhan.

Sebuah pertunjukan komedi berakhir di meja polisi. Pandji Pragiwaksono kini berhadapan dengan tuduhan fitnah.

Rabu, 7 Januari 2026, komika itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Pelapor adalah Rizki Abdul Rahman Wahid, Presidium Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

Akar masalah terletak pada materi spesial berjudul Mens Rea. Dalam pertunjukan tersebut, Pandji menyoroti pengelolaan tambang oleh ormas keagamaan.

Ia mempertanyakan kepantasan Muhammadiyah dan NU mengelola konsesi pertambangan. Pandji menyebut hal itu sebagai anomali yang luput dari sorotan publik.

Tuduhan Melewati Batas

Rizki menilai materi Pandji telah melampaui koridor kritik. Ia membawa bukti berupa potongan video yang beredar luas di media sosial.

"Kami melaporkan ada kasus menurut kami, beliau merendahkan, memfitnah dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media," ujar Rizki di Polda Metro Jaya. Ia menegaskan pernyataan komika berinisial P itu berpotensi memecah belah masyarakat.

Laporan disusun atas nama kelompok muda NU dan Muhammadiyah. Rizki menyebut materi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan mereka.

Barang bukti yang diajukan bersumber dari rekaman digital. Video-video tersebut telah tersebar di berbagai platform sejak beberapa waktu lalu.

Viralitas dan Konsekuensi

Materi Mens Rea sebenarnya telah lama dirilis. Namun belakangan, potongan-potongannya kembali mencuat di ruang digital.

Algoritma media sosial membawa materi kritis itu ke hadapan jutaan pengguna. Konten tentang pengelolaan tambang ormas menjadi yang paling banyak dibagikan.

Satire Pandji menyinggung ironi organisasi keagamaan yang mengelola bisnis ekstraktif. Ia mempertanyakan apakah hal itu sejalan dengan misi sosial-keagamaan mereka.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini