• Selasa, 21 Juli 2026

Dua Kakak Beradik Raih Satya Lencana Karya Satya 30 Tahun di Kemenag Parimo

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Kamis, 8 Januari 2026 | 15:43 WIB
Dua bersaudara ASN Kemenag Parimo raih Satya Lencana Karya Satya 30 tahun. Apresiasi negara atas dedikasi tanpa cacat selama tiga dekade.
Dua bersaudara ASN Kemenag Parimo raih Satya Lencana Karya Satya 30 tahun. Apresiasi negara atas dedikasi tanpa cacat selama tiga dekade.

Sulawesitoday - Air mata bahagia mengalir di pipi mereka. Dua bersaudara itu berdiri berdampingan, mengenakan pakaian dinas rapi.

Di dada masing-masing, terpasang tanda jasa Satya Lencana Karya Satya. Penghargaan tertinggi bagi abdi negara yang mengabdi selama 30 tahun tanpa cacat.

Munawarah dan Hastuti, keduanya pegawai Kementerian Agama Kabupaten Parigi Moutong. Senin, 3 Januari 2026, mereka menerima apresiasi negara di halaman Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Parigi.

Upacara itu menjadi saksi bisu dedikasi 58 Aparatur Sipil Negara di lingkungan Kemenag Parimo. Mereka yang telah bekerja dengan penuh kesetiaan pada Pancasila dan UUD 1945.

Namun sorotan tertuju pada dua saudari itu. Munawarah, kini menjabat sebagai Pengawas Madrasah.

Hastuti, adiknya, mengelola layanan operasional pada Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Parimo. Keduanya mengabdikan seluruh usia produktif mereka untuk institusi yang sama.

"Kami sangat bersyukur kepada negara," ujar Munawarah usai upacara. Senyum manis masih menghiasi wajahnya, meski air mata sempat membasahi pipi.

Hastuti mengangguk membenarkan. "Ini penghargaan yang tidak semua orang bisa capai," katanya pelan.

Di samping mereka, berdiri sosok gagah Deddy Sidiki. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kemenag Parimo itu menerima Satya Lencana Karya Satya 20 tahun.

Berbaris rapi pula pegawai generasi pertama Kemenag Parimo. Mereka yang diterima saat kantor itu pertama kali berdiri di kabupaten ini: Farhan, Reswita Indriyani, Ismail Masunang, Ruhmin, Marjan, Muhammad Sodiq, dan Abdul Rahim.

Kepala Kantor Kemenag Parigi Moutong, As'at Latopada, memaknai pemberian penghargaan ini secara mendalam. "Ini bentuk terima kasih Kementerian Agama RI kepada Presiden," ujarnya.

Menurutnya, pengajuan permohonan penghargaan kepada Presiden dilakukan atas prestasi ASN. Mereka yang dinilai mengabdi tanpa cacat selama 30 tahun, 20 tahun, dan 10 tahun.

"Semoga ini menjadi spirit dan motivasi," lanjut As'at. Ia berharap penghargaan itu membakar semangat ASN dalam melayani masyarakat.

As'at mengingatkan bukan hanya mereka yang menerima. "Bagi yang akan menerima, persiapkan diri," tegasnya.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini