ASN harus bekerja lebih aktif, bertanggung jawab, dan disiplin. Sesuai tema Hari Agama dan Bhakti Kementerian Agama ke-80: "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju."
"Marilah kita satukan tekad," ajaknya. Dengan fondasi kokoh dan semangat pengabdian berdampak, ASN harus berkontribusi nyata.
Tujuannya membina kehidupan keagamaan yang damai. Sekaligus membuka jalan bagi masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.
"Dengan penguasaan teknologi yang beretika, ASN Kemenag harus optimistis," kata As'at. "Mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan damai, maju, dan bermartabat."
Penghargaan itu disematkan langsung oleh Abdul Aziz Tombolotutu, Asisten Pemerintahan dan Umum Pemkab Parimo. Ia didampingi As'at Latopada, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Asmadi, serta perwakilan Kepolisian Resort Parigi.
Hadir pula Camat Mepanga, para pejabat Kemenag Parimo, unsur Forkopimca, Ketua Majelis Ulama Indonesia. Juga Ketua APRI Sulteng, Ketua DWP Kemenag Parimo, serta pimpinan BRI dan BSI.
Di antara penerima Satya Lencana Karya Satya 20 tahun dan 10 tahun, terlihat Kepala MAN 1 Parigi. Ada pula Kepala KUA Kecamatan Palasa, Kepala MTsN 1 Parigi, Penyelenggara Bimbingan Masyarakat Hindu.
Juga Kepala KUA Kecamatan Tinombo Selatan. Serta puluhan pegawai ASN Kemenag Parigi Moutong lainnya yang menerima penghargaan serupa.
Dedikasi mereka menjadi cermin pengabdian tanpa pamrih. Tiga dekade, dua dekade, satu dekade—angka-angka yang merepresentasikan kesetiaan pada negara.
Baca Juga: Transformasi Agile Kemenag, Melampaui Rutinitas Hari Amal Bhakti ke-80
Artikel Terkait
Ancaman Bangkai dan Molotov, Mahfud Ingatkan Tanggung Jawab Negara
Meme Presiden, Antara Ekspresi Digital dan Bayang-Bayang Pidana Baru
Desember 2026, Janji Makan Gratis Menyapa Tiap Pelosok
Ahok Ungkap Mundur dari Jabatan Demi Maju Pilkada, Kritik Regulasi yang Berubah-ubah
Mahfud MD Jamin Bela Pandji Pragiwaksono dari Jeratan Hukum KUHP Baru