• Kamis, 4 Juni 2026

Longsor Cisarua Bandung Barat, 20 Rumah Tertimbun - Alam Protes Akibat Alih Fungsi Lahan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 16:25 WIB
Bencana longsor dahsyat menerjang Cisarua, Bandung Barat. 20 rumah tertimbun material tanah dari lereng yang beralih fungsi menjadi kebun palawija. 8 orang ditemukan meninggal dunia dan 82 korban
Bencana longsor dahsyat menerjang Cisarua, Bandung Barat. 20 rumah tertimbun material tanah dari lereng yang beralih fungsi menjadi kebun palawija. 8 orang ditemukan meninggal dunia dan 82 korban

Sulawesitoday - Hujan itu berkah. Tapi di Pasirlangu, ia jadi musibah.

Sabtu kemarin, tanah di Kecamatan Cisarua, Bandung Barat itu tidak kuat lagi menahan beban. Amrol. Longsor. Menimpa permukiman di bawahnya.

Hasilnya memilukan: 20 rumah tertimbun. Hanya satu yang selamat, tegak sendirian di antara puing dan tanah. Seperti sebuah keajaiban di tengah tragedi.

Tapi datanya bikin sesak napas. Ada 113 warga yang terdampak. Baru 23 yang dievakuasi dalam keadaan selamat. Delapan orang ditemukan sudah tidak bernyawa.

Lalu, ke mana sisanya?

Masih ada 82 orang yang dicari. Angka yang besar. Sangat besar.

Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, sudah di lokasi. Dia tidak hanya melihat evakuasi. Dia melihat ke atas. Ke lereng gunung yang rontok itu.

Herman punya dugaan. Dan dugaan ini klasik: alih fungsi lahan.

Dulu, lereng itu penuh tanaman keras. Akar-akarnya mencengkeram bumi. Kuat. Sekarang? Sudah berubah jadi kebun sayur. Jadi ladang palawija.

Logikanya sederhana: sayur tidak punya akar sekuat pohon hutan. Ketika hujan lebat mengguyur, air tidak terserap. Ia mengalir. Membawa material batu dan kayu. Membentuk bendung alam. Lalu, duarrr! Bendung itu jebol. Menjadi banjir bandang sekaligus longsoran maut.

Alam punya cara sendiri untuk memprotes. Sayangnya, protes itu harus dibayar dengan nyawa.

Di lapangan, urusannya tidak mudah. Wakil Bupati Bandung Barat, Asep Ismail, sampai geleng-geleng. Medannya luar biasa sulit. Curam. Licin. Lumpur di mana-mana.

Tim SAR, TNI, dan Polri harus berjibaku dengan waktu. Setiap menit sangat berharga untuk mereka yang mungkin masih terhimpit di bawah sana.

Warga yang selamat kini diungsikan ke Desa Pasirlangu. Takut. Trauma. Apalagi bayang-bayang longsor susulan masih menghantui jika langit kembali mendung.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini