• Rabu, 22 Juli 2026

Rupiah Nyaris Tembus Rp17.800 per Dolar AS, Menkeu Purbaya Sebut Pelemahan Ini Tidak Masuk Akal

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 27 Mei 2026 | 19:08 WIB
Kurs Rupiah anjlok nyaris menyentuh Rp17.800 per dolar AS. Menkeu Purbaya sebut kondisi ini aneh karena ekonomi riil di pasar masih ramai.
Kurs Rupiah anjlok nyaris menyentuh Rp17.800 per dolar AS. Menkeu Purbaya sebut kondisi ini aneh karena ekonomi riil di pasar masih ramai.

Sulawesitoday - Menteri Keuangan Purbaya heran melihat nilai tukar Rupiah yang terus merosot hingga nyaris menyentuh angka Rp17.800 per dolar Amerika Serikat.

Pelemahan mata uang garuda dinilai tidak mencerminkan kondisi nyata ekonomi Indonesia saat ini.

“Fundamentalnya bagus, sebetulnya enggak masuk akal saja melemah itu,” ujar Purbaya kepada awak media.

Baca Juga: Luluhkan Hati Bos IMF, Menkeu Purbaya Pastikan Arus Modal Asing Segera Banjiri Indonesia

Pemerintah melihat seluruh indikator ekonomi nasional menunjukkan posisi yang aman dan stabil.

Data Badan Pusat Statistik dipastikan sudah cocok dengan kondisi riil di lapangan.

Petugas memeriksa langsung mulai dari angka penjualan kendaraan, konsumsi semen, hingga penggunaan listrik masyarakat.

Menkeu juga mengaku rutin memantau langsung aktivitas belanja warga di berbagai daerah.

Pusat ekonomi dan pasar di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Yogyakarta terpantau masih sangat ramai.

Masyarakat tetap berbelanja dengan normal seolah tidak terpengaruh oleh lonjakan kurs dolar.

Baca Juga: Jangan Kagetkan Pasien! Purbaya Kritik Penonaktifan Jutaan Peserta PBI JKN Tiba-Tiba

Gejolak nilai tukar ini dipastikan tidak akan menjebol pertahanan keuangan negara.

Kementerian Keuangan sudah meluncurkan berbagai simulasi dan uji stres untuk menghadapi tekanan global.

Pemerintah mengantisipasi segala kemungkinan buruk termasuk lonjakan harga minyak dunia yang sedang tidak menentu.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini