Sulawesitoday - Menteri Keuangan Purbaya heran melihat nilai tukar Rupiah yang terus merosot hingga nyaris menyentuh angka Rp17.800 per dolar Amerika Serikat.
Pelemahan mata uang garuda dinilai tidak mencerminkan kondisi nyata ekonomi Indonesia saat ini.
“Fundamentalnya bagus, sebetulnya enggak masuk akal saja melemah itu,” ujar Purbaya kepada awak media.
Baca Juga: Luluhkan Hati Bos IMF, Menkeu Purbaya Pastikan Arus Modal Asing Segera Banjiri Indonesia
Pemerintah melihat seluruh indikator ekonomi nasional menunjukkan posisi yang aman dan stabil.
Data Badan Pusat Statistik dipastikan sudah cocok dengan kondisi riil di lapangan.
Petugas memeriksa langsung mulai dari angka penjualan kendaraan, konsumsi semen, hingga penggunaan listrik masyarakat.
Menkeu juga mengaku rutin memantau langsung aktivitas belanja warga di berbagai daerah.
Pusat ekonomi dan pasar di sejumlah kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Yogyakarta terpantau masih sangat ramai.
Masyarakat tetap berbelanja dengan normal seolah tidak terpengaruh oleh lonjakan kurs dolar.
Baca Juga: Jangan Kagetkan Pasien! Purbaya Kritik Penonaktifan Jutaan Peserta PBI JKN Tiba-Tiba
Gejolak nilai tukar ini dipastikan tidak akan menjebol pertahanan keuangan negara.
Kementerian Keuangan sudah meluncurkan berbagai simulasi dan uji stres untuk menghadapi tekanan global.
Pemerintah mengantisipasi segala kemungkinan buruk termasuk lonjakan harga minyak dunia yang sedang tidak menentu.
Artikel Terkait
Nekat Tiru Mukjizat Membelah Laut Nabi Musa, Aksi Pendeta Ini Berakhir Panik Digulung Ombak Besar
Koperasi IPR Kayuboko Sumbang Sapi Kurban dan Normalisasi Sungai di Tiga Desa Parigi Moutong
Angin Kencang Tumbangkan Pohon di Pasar Baru Parigi, Akses Jalan dan Kabel Listrik Putus Serius
Bersama Atasi Darurat Banjir Parigi Moutong, BWS Sulawesi III Pasok Bronjong dan BPBD Kirim Ekskavator
Khotbah Idul Adha di Tammerodo, Bupati Ajak Warga Rawat 'Siwaliparri'