Sulawesitoday - Skenarionya begini: ada orang sedang sakit, butuh cuci darah, lalu tiba-tiba ditolak. Alasannya singkat saja: sudah tidak berhak lagi. Bayangkan kagetnya. Bayangkan paniknya.
Itulah yang membuat Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat suara. Ada jutaan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mendadak dinonaktifkan. Sebuah langkah yang, menurutnya, sangat tidak bijak.
Purbaya bicara blak-blakan dalam rapat bersama DPR. Dia melihat kebijakan ini berpotensi merugikan pemerintah sendiri. Anggaran kesehatan sebenarnya tidak berkurang, tapi dampaknya justru menciptakan kegaduhan di mana-mana. Keluhan publik muncul. Citra pemerintah pun jadi taruhannya.
Logika Purbaya sederhana saja. “Ini konyol. Uang yang keluar sama, tapi image pemerintah jadi jelek. Pemerintah rugi,” tegasnya dengan nada tinggi.
Mestinya, urusan administrasi tidak boleh mengabaikan sisi kemanusiaan. Purbaya menekankan bahwa peserta PBI yang dinonaktifkan jangan langsung diputus begitu saja. Harusnya ada masa tenggang. Minimal dua sampai tiga bulan.
Cara Cek Desil DTKS 2026, Syarat Kunci Lolos KIP Kuliah dan Bansos Kemensos
Selama masa itu, sosialisasi harus gencar dilakukan. Masyarakat yang merasa masih masuk kriteria miskin dan rentan juga harus diberi ruang. Ruang untuk mengajukan keberatan. Ruang untuk membuktikan bahwa mereka masih butuh bantuan negara.
Penonaktifan itu perlu dilakukan secara bertahap. Harus terukur. Jangan massal dan tiba-tiba. “Jangan sampai orang sudah sakit, tiba-tiba mau cuci darah malah dibilang tidak berhak,” ujarnya mengingatkan kembali. Kejutan-kejutan administratif seperti itu bisa sangat menyakitkan bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
Tujuannya jelas. Program JKN memang harus tepat sasaran. Harus berkelanjutan. Tapi, aksesnya jangan dipersulit. Jangan sampai demi mengejar ketepatan data, rasa keadilan publik malah dikorbankan.
Pemerintah harus memastikan program ini tetap mudah diakses oleh rakyat yang benar-benar membutuhkan. Itulah esensi dari jaminan kesehatan yang sebenarnya.
Artikel Terkait
Waspada Panggilan Penipu via Telepon! Ini Cara Melacak dan Blokir Spam Otomatis
Hati-hati! Suara di Telepon Itu Bisa Jadi AI, Ini Cara Tangkis Vishing 2026
Langit Sulteng Gelap Pekan Ini, Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Mengintai
5 Cara Download Video Instagram di HP dan PC! Cepat, Gratis, dan Kualitas HD
Trik Rahasia Share Screen Zoom di HP dan Laptop! Suara Jelas, Privasi Aman