• Selasa, 21 Juli 2026

Intip Garasi Airlangga yang Mundur dari Ketum Golkar: Koleksi Mobil Mewahnya Mencapai Rp 2,4 Miliar

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 11 Agustus 2024 | 15:52 WIB
Airlangga Hartarto mengundurkan diri dari Ketum Golkar pada 11 Agustus 2024, dengan koleksi mobil mewah senilai Rp 2,4 miliar./Tangkap layar Facebook. (Muhammad Aqil Azizi)
Airlangga Hartarto mengundurkan diri dari Ketum Golkar pada 11 Agustus 2024, dengan koleksi mobil mewah senilai Rp 2,4 miliar./Tangkap layar Facebook. (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday, Minggu 11 Agustus 2024 - Airlangga Hartarto baru saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Namun, di balik pengunduran dirinya, ada sisi menarik yang jarang diketahui publik, yaitu koleksi mobil mewah miliknya.

Dalam laporan harta kekayaan yang disampaikan kepada LHKPN, Airlangga memiliki deretan kendaraan mewah dengan nilai total mencapai Rp 2,4 miliar.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu kerap terlihat menghadiri pameran otomotif besar seperti Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) dan Indonesia International Motor Show.

Meskipun sering terlihat di acara otomotif, Airlangga ternyata belum memiliki mobil listrik dalam garasinya.

Dalam daftar yang disampaikan pada 27 Maret 2023, seluruh kendaraan milik Airlangga menggunakan mesin pembakaran dalam (internal combustion engine).

Beberapa mobil mewah yang dimilikinya antara lain Jaguar tahun 2010 senilai Rp 325 juta, Toyota Vellfire tahun 2017 dengan nilai Rp 785 juta, dan Toyota Jeep LC 200 Hard Top 2014 yang bernilai Rp 1 miliar.

Selain itu, ia juga memiliki dua unit Toyota Kijang Innova, masing-masing keluaran tahun 2015 dan 2016, dengan nilai Rp 179 juta dan Rp 200 juta.

Total nilai dari koleksi mobil tersebut mencapai Rp 2.489.000.000 atau sekitar Rp 2,4 miliar.

Meskipun belum memiliki mobil listrik, Airlangga tampak lebih memilih kendaraan dengan teknologi mesin konvensional yang sudah terbukti kenyamanannya.

Pada Minggu, 11 Agustus 2024, Airlangga mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Ketua Umum Partai Golkar.

Pengunduran diri ini, menurutnya, bertujuan untuk menjaga stabilitas transisi pemerintahan baru.

"Setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat. Maka dengan mengucapkan bismillahirahmanirrahim, saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum DPP Golkar," ujarnya dalam pernyataan resmi.

Pengunduran diri ini mulai berlaku sejak Sabtu, 10 Agustus 2024. Selanjutnya, Partai Golkar akan segera menyiapkan mekanisme organisasi sesuai dengan ketentuan AD/ART yang berlaku.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini