Pavel Durov selalu menyatakan bahwa Telegram tetap berkomitmen pada privasi pengguna dan menolak sensor politik. Meskipun begitu, beberapa ahli telah menyuarakan kekhawatiran bahwa sikap tidak ikut campur ini bisa disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu.
Reaksi dari Berbagai Pihak
Penangkapan Durov di Prancis telah memicu berbagai reaksi, termasuk dari pemerintah Rusia yang menuntut akses konsuler. Mikhail Ulyanov, perwakilan Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menuduh Prancis bertindak secara totaliter.
Selain itu, tokoh-tokoh publik seperti Elon Musk, Edward Snowden, dan Robert F. Kennedy Jr. juga menunjukkan dukungan untuk Durov. Snowden menyebut penangkapan ini sebagai serangan terhadap hak asasi manusia untuk berbicara dan berasosiasi.
Baca Juga: Menghasilkan Tulisan Lebih Mudah Dengan Bot Nulis Telegram
Situasi Telegram dan Rencana Masa Depan
Tim pengembangan Telegram saat ini berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab. Durov sendiri tinggal di Dubai dan merupakan warga negara Uni Emirat Arab serta Prancis. Telegram menyatakan bahwa Durov tetap mendukung platform tersebut secara finansial dan ideologis.
Telegram juga baru-baru ini mulai memonetisasi layanannya melalui iklan dan program berlangganan premium untuk memastikan keberlanjutan independensinya. Durov pernah mengungkapkan kepada Financial Times bahwa mereka berharap bisa meraih laba dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Mengubah Video Menjadi GIF di Telegram Menggunakan Bot
Tidak Perlu Aplikasi Tambahan. Mengirim Aplikasi Lewat Telegram Juga Bisa
Kenapa Telegram tidak bisa login? Ini jawaban dan solusinya