• Selasa, 21 Juli 2026

Wardhi Berkilah: Foto Simbol Jari Empat Bukan Bentuk Dukungan Pilkada

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 1 Oktober 2024 | 04:05 WIB
H. Wardhi membantah foto simbol jari empat yang beredar sebagai bentuk dukungan politik dan tegaskan tetap setia pada Paslon Bersinar. (Muhammad Aqil Azizi )
H. Wardhi membantah foto simbol jari empat yang beredar sebagai bentuk dukungan politik dan tegaskan tetap setia pada Paslon Bersinar. (Muhammad Aqil Azizi )

Sulawesitoday - H. Wardhi, anggota legislatif dari DPC PKB Parigi Moutong, akhirnya buka suara terkait heboh beredarnya foto dirinya dan rekan-rekannya yang memperlihatkan simbol jari empat. Foto yang beredar luas di beberapa grup WhatsApp (WAG) itu dianggap sebagai bentuk dukungan kepada salah satu pasangan calon (Paslon) di Pilkada Parigi Moutong. Namun, Wardhi dengan tegas menepis tuduhan tersebut dan menjelaskan bahwa foto tersebut tidak ada kaitannya dengan dukungan politik dalam Pilkada.

“Jadi, foto itu bukan simbol dukungan untuk Pilkada. Kami berfoto bersama Ketua DPW PKB Sulteng setelah syukuran pelantikan anggota DPRD provinsi, dan simbol empat jari itu hanya untuk menunjukkan bahwa PKB berada di posisi keempat secara nasional pada Pemilu Legislatif Februari 2024,” jelas Wardhi ketika ditemui di sebuah kafe di Parigi pada Senin, 30 September 2024.

Klarifikasi Wardhi: "Bukan Dukungan Politik"

Wardhi merasa perlu memberikan klarifikasi karena munculnya dugaan bahwa simbol empat jari dalam foto tersebut adalah sinyal dukungan untuk Paslon lain yang bukan merupakan bagian dari keputusan DPP PKB. Dugaan ini cukup meresahkan, mengingat DPP PKB telah resmi mendukung pasangan calon Nizar Rahmatu dan Ardi dalam Pilkada Parigi Moutong.

Wardhi juga mengungkapkan bahwa dirinya terkejut ketika melihat foto tersebut tersebar di media sosial, padahal rencananya foto tersebut akan diunggah setelah Pilkada usai. “Saya pikir, cuma HP-ku yang dipakai buat foto. Ternyata ada teman lain yang juga mengambil foto dan malah langsung menyebarkannya di Facebook,” tambahnya. Dengan sedikit tawa, Wardhi menegaskan bahwa situasi ini murni kesalahpahaman, bukan niat untuk memberikan sinyal politik.

Bagi Wardhi dan timnya, simbol empat jari itu adalah sebuah kebanggaan atas posisi PKB di peringkat keempat dalam Pemilu, bukan bentuk dukungan terselubung kepada Paslon lain. Ia juga menjelaskan, selain simbol empat jari, mereka sempat berfoto dengan simbol dua jari yang berarti Ketua DPW PKB Sulteng telah dilantik dua kali sebagai anggota DPRD. "Jadi, nggak ada hubungannya sama Pilkada," tegas Wardhi lagi.

PKB Konsisten Mendukung Paslon Bersinar

Meski foto tersebut memicu spekulasi, Wardhi menekankan bahwa PKB Parigi Moutong tetap berkomitmen pada keputusan DPP PKB yang mendukung pasangan Nizar Rahmatu dan Ardi dengan tagline Bersinar. “Kami DPC PKB Parigi Moutong nggak pernah melenceng dari keputusan DPP. Hingga detik ini, kami tetap sejalan dengan Paslon yang punya tagline Bersinar,” kata Wardhi dengan tegas.

Ia juga menegaskan bahwa PKB di Parigi Moutong sedang memperkuat basis suara mereka dari hasil Pemilu Legislatif untuk mendukung Paslon yang mereka dukung di Pilkada. "Kami justru bertekad untuk memperkuat suara kami di Pilkada ini," lanjutnya. Dengan dukungan resmi dari DPP PKB yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 35244/DPP/01/VIII/2024, tidak ada alasan bagi Wardhi dan timnya untuk berpaling dari Paslon yang sudah ditetapkan oleh partai.

Spekulasi yang Tak Berdasar

Kasus foto Wardhi ini merupakan contoh nyata betapa cepatnya spekulasi bisa muncul di tengah masyarakat, terutama di era digital. Setiap foto atau simbol bisa dengan mudah diartikan beragam oleh publik, terutama ketika dikaitkan dengan situasi politik yang memanas seperti Pilkada.

Wardhi mengakui bahwa ia tidak menyangka foto tersebut akan menimbulkan salah paham yang cukup besar. "Sebenarnya, foto itu cuma buat senang-senang setelah acara syukuran. Tapi ya, namanya media sosial, apa aja bisa cepat tersebar dan diartikan beda-beda," ujarnya. Meski begitu, Wardhi merasa perlu memberikan klarifikasi agar tidak ada pihak yang terus menerus salah paham terkait dukungan PKB di Pilkada Parigi Moutong.

Di sisi lain, hal ini juga menjadi pelajaran bagi banyak pihak, terutama tokoh-tokoh publik, bahwa segala tindakan dan simbol yang dilakukan di ruang publik bisa dengan mudah ditafsirkan secara politis. Terutama dalam konteks Pilkada, di mana setiap gerakan dan pernyataan bisa dipolitisasi. Wardhi pun berharap kejadian ini bisa menjadi pembelajaran bahwa klarifikasi dan komunikasi yang baik sangat penting untuk mencegah kesalahpahaman.

 

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini