• Kamis, 4 Juni 2026

Tiga Hari Hilang di Laut Teluk Tomini, Pencarian Nelayan Asal Parigi Moutong Berpacu dengan Waktu

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Rabu, 23 Oktober 2024 | 20:06 WIB
Nelayan Parigi hilang di laut selama tiga hari. Tim SAR berpacu dengan waktu, menyisir Teluk Tomini bersama TNI dan masyarakat. Rahman belum ditemukan. #SAR #NelayanHilang #TelukTomini #ParigiMoutong (Nur Rafiqa)
Nelayan Parigi hilang di laut selama tiga hari. Tim SAR berpacu dengan waktu, menyisir Teluk Tomini bersama TNI dan masyarakat. Rahman belum ditemukan. #SAR #NelayanHilang #TelukTomini #ParigiMoutong (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Seorang nelayan bernama Abd. Rahman (49), warga Desa Siaga, Kecamatan Tinombo Selatan, hingga hari ini masih belum ditemukan setelah dilaporkan hilang saat memancing di perairan Maninili. Rahman terakhir terlihat pada Sabtu sore, 19 Oktober 2024, ketika pergi seorang diri mencari ikan di perairan yang dikenal dengan arus derasnya.

Istrinya, yang sempat melakukan pencarian mandiri bersama warga sekitar, akhirnya melaporkan ke pihak berwenang pada Selasa, 22 Oktober, setelah tiga hari tak ada kabar.

Baca Juga: Polsek Baito Disorot! Polda Sultra Selidiki Dugaan Pelanggaran Penanganan Kasus Guru Honorer, Hasil Segera Diungkap

Pos SAR Parigi langsung merespons laporan tersebut dengan bergerak cepat menuju Desa Maninili, lokasi awal keberangkatan Rahman. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Andrias Hendrik Johannes, mengonfirmasi bahwa tim SAR telah memulai penyisiran intensif di area perairan Teluk Tomini dengan perahu karet.

“Kami berharap tim SAR gabungan dapat segera menemukan korban dalam keadaan selamat,” ujar Johannes.

Baca Juga: Netizen Berang Hukuman Hanya 3,5 Tahun di Kasus Tambang Emas Ilegal WNA China! Rugi Rp1 Triliun: Ketat untuk WNI, Lemah untuk Warga Asing

Meski laut Teluk Tomini terkenal dengan pemandangan indahnya, arus di perairan ini tak jarang berubah menjadi berbahaya, terutama bagi nelayan yang keluar tanpa persiapan lebih. Tim SAR gabungan kini bekerja melawan waktu, mengingat semakin lama seseorang hilang di laut, semakin kecil peluang untuk bertahan hidup.

Selain Pos SAR, operasi ini melibatkan TNI AL, aparat desa, dan masyarakat lokal, termasuk nelayan setempat yang akrab dengan kondisi perairan.

Baca Juga: Bukan Korban, 569 WNI Jadi Pelaku Judi Online Filipina! Berani Main Ilegal? Akibatnya Pulang Paksa dan Deportasi!

“Kami tak akan berhenti sampai Rahman ditemukan,” kata Muhtar, kepala tim SAR Parigi, menambahkan bahwa seluruh unsur terlibat aktif setiap hari sejak Selasa pagi.

Namun, pencarian ini tidak mudah. Cuaca berubah-ubah, sementara area penyisiran yang luas memperlambat pergerakan tim. Hingga hari ketiga pencarian resmi, belum ada tanda-tanda jelas keberadaan Rahman.

Baca Juga: Pengusaha Skincare Makassar Diduga Bangun Properti Ilegal! IMB dan PBG Dipertanyakan, Dinas Diminta Tegas!

Salah satu nelayan setempat menyebut bahwa arus kuat di sekitar Maninili mungkin telah membawa korban lebih jauh dari perkiraan awal. Situasi ini memaksa tim untuk memperluas area pencarian dengan harapan menemukan jejak, sekecil apa pun.

“Harapan kami belum padam. Semua kemungkinan masih kami pertimbangkan,” ujar Johannes.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini