• Kamis, 4 Juni 2026

Badai Mamasa Hantam 19 Rumah, 50 Persen Rusak Parah Akibat Angin Kencang

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 31 Oktober 2024 | 14:51 WIB
Angin kencang menghancurkan 19 rumah di Mamasa, 50% rusak berat; BPBD himbau warga tetap waspada. #BencanaMamasa #CuacaEkstrem #BPBD (Dwi Rahayu Putri)
Angin kencang menghancurkan 19 rumah di Mamasa, 50% rusak berat; BPBD himbau warga tetap waspada. #BencanaMamasa #CuacaEkstrem #BPBD (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Sebanyak 19 rumah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengalami kerusakan parah setelah diterjang angin kencang yang melanda Desa Kariango, Kecamatan Tawalian, Rabu sore (30/10).

Dalam peristiwa ini, lebih dari separuh rumah terdampak mengalami rusak berat, membuat sejumlah warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat. Kepala BPBD Mamasa, Gusti Hermiawan, mengonfirmasi bahwa meskipun tidak ada korban jiwa, tingkat kerusakan rumah cukup signifikan.

Baca Juga: Tangkapan Ikan Lele Raksasa Nyaris Seberat Sapi, Keanekaragaman Air Tawar yang Luar Biasa di Sungai Mekong dan Amazon

"Data per tadi malam, 19 rumah terdampak, korban jiwa nihil," ujarnya, Kamis (31/10/2024).

Cuaca ekstrem yang menyertai angin kencang disinyalir menjadi faktor utama di balik kerusakan ini. Hujan deras yang turun hampir sepanjang hari di kawasan Mamasa ditambah angin kencang menciptakan situasi berbahaya bagi bangunan di sekitar.

Baca Juga: Hiu Terkecil di Dunia Ini Bisa Menyala, Temukan Fakta Unik Hiu Lentera Kerdil yang Jarang Diketahui Publik

Beberapa rumah rusak berat, sementara yang lainnya mengalami kerusakan sedang dan ringan. Selain merusak rumah warga, angin kencang juga menumbangkan sejumlah pohon di sekitar, menambah dampak bencana tersebut.

"Kemarin sore, hujan dan angin luar biasa ekstrem. Banyak pohon tumbang akibat angin," kata Gusti, menjelaskan skala bencana ini. Selain itu, hujan lebat yang turun secara mendadak memperburuk kondisi, membuat beberapa rumah yang kurang kokoh tidak mampu bertahan menghadapi kekuatan angin.

Baca Juga: Pemanasan Global Bukan Mitos: Banjir, Gelombang Panas, dan Rusaknya Ekosistem, Saatnya Bertindak!

Gusti mengungkapkan bahwa warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah telah diungsikan ke rumah keluarga masing-masing. Hingga kini, BPBD Mamasa masih mendata jumlah pasti warga yang terdampak. Proses evakuasi dan pendataan dilakukan untuk memastikan keselamatan serta kebutuhan warga yang terdampak bencana.

"Kami masih melakukan pendataan di lapangan," tambahnya, seraya menjelaskan bahwa pendataan ini penting untuk memastikan bahwa warga mendapatkan bantuan yang sesuai.

Baca Juga: 30 Hari Menuju Pilkada, Amrullah-Ibrahim Maksimalkan Waktu untuk Menangkan Hati Rakyat Parigi Moutong

BPBD Mamasa pun mengeluarkan imbauan kepada warga untuk lebih waspada, terutama saat cuaca menunjukkan tanda-tanda tidak bersahabat. Masyarakat diingatkan untuk menghindari aktivitas luar ruangan ketika cuaca ekstrem terjadi guna meminimalisir risiko terpapar angin kencang.

"Kita berharap warga tetap tenang, tetap hati-hati beraktivitas di luar ruangan apalagi jika cuaca sudah mulai menunjukkan tanda-tanda (tidak bagus)," sebut Gusti.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini