Sulawesitoday - Insiden tragis terjadi di Desa Karey, Kecamatan Aru Selatan Timur, Maluku, saat rombongan penjemputan anggota DPRD Kepulauan Aru, Husein Tuborfon, berakhir dalam malapetaka. Sebanyak 44 orang mengalami luka-luka setelah jembatan desa tiba-tiba ambruk pada Minggu (3/11/2024) sekitar pukul 10.00 WIT.
Kasubsi Penmas Humas Polres Kepulauan Aru, Aipda Yubilino Sahertian, mengonfirmasi kejadian tersebut, menambahkan bahwa Husein Tuborfon termasuk di antara korban yang mengalami luka.
Rombongan yang berjumlah sekitar 150 orang ini awalnya tengah merayakan kepulangan Husein dari pelantikannya sebagai anggota DPRD di Kota Dobo.
"Jembatan ambruk saat dilewati rombongan usai menjemput anggota DPRD Kepulauan Aru, Husein Tuborfon," ujar Aipda Yubilino. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses tersebut tampaknya tak mampu menahan beban yang begitu besar, menyebabkan sejumlah orang tercebur ke laut dan beberapa lainnya tertimpa beton serta besi jembatan yang runtuh.
Baca Juga: Jalan Poros Malino-Gowa Lumpuh 2 Jam! Kemacetan 1,5 Km Bikin Pengendara Frustasi
Insiden ini memunculkan pertanyaan besar terkait kondisi infrastruktur di daerah tersebut, terutama mengingat jembatan desa yang kerap menjadi akses vital masyarakat. Konstruksi yang tak memadai, ditambah dengan padatnya iring-iringan, tampaknya menjadi pemicu utama ambruknya jembatan ini.
Tragedi ini menjadi pengingat serius bagi pihak berwenang untuk lebih memperhatikan kualitas infrastruktur, terutama di daerah yang kerap menjadi jalur utama bagi masyarakat.
Baca Juga: Petugas Haji Kurang Optimal, Kemenag Usulkan 60% TNI: Akankah Layanan Jamaah Lebih Disiplin?
Menurut keterangan pihak kepolisian, sebanyak 41 orang mengalami luka ringan, sementara tiga lainnya dalam kondisi serius. Adapun Husein Tuborfon sendiri disebut mengalami nyeri pada bagian punggung akibat insiden tersebut.
“Korban kini tengah ditangani secara medis di Puskesmas Meror,” tambah Yubilino. Tim medis di puskesmas setempat kini tengah berusaha keras menangani para korban, meski fasilitas kesehatan di daerah terpencil ini mungkin terbatas.
Baca Juga: Omnibus Law untuk Revisi 8 UU Politik, Baleg DPR RI Bidik Efisiensi Sistem Pemilu 2029
Pemerintah setempat diharapkan segera merespons insiden ini dengan mengevaluasi keamanan infrastruktur desa. Kejadian ini menjadi peringatan serius agar kejadian serupa tak terulang di masa mendatang. Pendekatan yang lebih matang dalam pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sangat dibutuhkan, terlebih di daerah-daerah yang sulit dijangkau.
Tragedi ini mungkin tak akan terjadi jika jembatan desa dirawat dengan baik dan kapasitasnya disesuaikan dengan volume pengguna.
Artikel Terkait
KBRI Kewalahan Layani Rombongan Pejabat! Mahfud MD Desak Prabowo Batasi Kunjungan Kerja Luar Negeri
Omnibus Law untuk Revisi 8 UU Politik, Baleg DPR RI Bidik Efisiensi Sistem Pemilu 2029
Petugas Haji Kurang Optimal, Kemenag Usulkan 60% TNI: Akankah Layanan Jamaah Lebih Disiplin?
Jalan Poros Malino-Gowa Lumpuh 2 Jam! Kemacetan 1,5 Km Bikin Pengendara Frustasi
Hujan dan Angin Kencang Bikin Pohon Tumbang di Situs Mattabulu Soppeng: 9 Pengunjung Tewas, Korban Luka-Luka Terus Bertambah