• Selasa, 21 Juli 2026

Hujan dan Angin Kencang Bikin Pohon Tumbang di Situs Mattabulu Soppeng: 9 Pengunjung Tewas, Korban Luka-Luka Terus Bertambah

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 3 November 2024 | 17:01 WIB
Cuaca ekstrem di Situs Mattabulu menyebabkan pohon tumbang, tewaskan 9 orang dan puluhan luka-luka. #TragediSoppeng #CuacaEkstrem (Dwi Rahayu Putri)
Cuaca ekstrem di Situs Mattabulu menyebabkan pohon tumbang, tewaskan 9 orang dan puluhan luka-luka. #TragediSoppeng #CuacaEkstrem (Dwi Rahayu Putri)

Sulawesitoday - Hujan deras disertai angin kencang melanda Situs Petta Bulu Matanre di Desa Mattabulu, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Minggu (3/11). Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan pohon beringin berukuran besar tumbang dan menimpa pondok yang ditempati para pengunjung. Tragisnya, sembilan orang dilaporkan meninggal dunia di tempat, sementara jumlah korban luka-luka masih dalam pendataan.

Menurut Kapolres Soppeng, AKBP Muh Yusuf Usman, para korban tengah menikmati makan siang di dalam pondok saat insiden terjadi. “Sembilan orang meninggal di tempat. Sedangkan korban luka-luka masih didata,” ujarnya dalam keterangan resminya. Beberapa korban yang mengalami luka serius langsung dievakuasi ke RSUD Latemmamala untuk mendapatkan perawatan darurat.

Baca Juga: Jalan Poros Malino-Gowa Lumpuh 2 Jam! Kemacetan 1,5 Km Bikin Pengendara Frustasi

Insiden ini menyentuh hati masyarakat setempat dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Sebagai tempat wisata yang dikenal memiliki nilai sejarah dan budaya, Situs Mattabulu biasanya ramai dikunjungi warga, terutama saat akhir pekan. Siang itu, pengunjung yang tidak menyangka kondisi cuaca akan berubah drastis, berencana menikmati suasana alam di sekitar situs. Namun, derasnya hujan dan angin kencang yang tiba-tiba muncul membawa bencana yang tak terduga.

Keadaan di lokasi saat itu penuh kepanikan. Seorang saksi yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “Anginnya kencang sekali, kami semua panik dan langsung lari ke arah yang aman.” Kondisi cuaca ekstrem tersebut memang tidak jarang terjadi di wilayah ini, terutama menjelang akhir tahun ketika musim hujan mulai aktif. Sayangnya, peringatan akan bahaya pohon besar di area wisata alam sering kali diabaikan, baik oleh pengelola maupun oleh pengunjung.

Baca Juga: Petugas Haji Kurang Optimal, Kemenag Usulkan 60% TNI: Akankah Layanan Jamaah Lebih Disiplin?

Berdasarkan laporan sementara, pihak kepolisian dan tim medis masih berupaya melakukan pendataan lengkap terhadap para korban. “Untuk jumlah pastinya, kita masih lakukan pendataan,” ujar Yusuf. Hal ini menunjukkan bahwa kemungkinan korban luka-luka masih bisa bertambah seiring dengan penanganan yang berlangsung. Sementara itu, pihak pemerintah setempat diharapkan segera mengambil langkah untuk meninjau keamanan dan keselamatan di lokasi wisata alam lainnya guna mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

Kasus ini menimbulkan perhatian publik mengenai pentingnya mitigasi risiko bencana di area wisata alam yang memiliki potensi bahaya. Pemeliharaan pohon besar dan struktur alam lainnya di sekitar area wisata semestinya menjadi prioritas, terutama dengan cuaca yang makin sulit diprediksi akibat perubahan iklim. Warga yang hendak mengunjungi situs wisata alam disarankan untuk memperhatikan prakiraan cuaca dan berhati-hati terhadap pohon-pohon besar yang mungkin berisiko tumbang di kala cuaca ekstrem.

Baca Juga: KBRI Kewalahan Layani Rombongan Pejabat! Mahfud MD Desak Prabowo Batasi Kunjungan Kerja Luar Negeri

Tragedi ini mengingatkan kita semua bahwa keselamatan pengunjung harus menjadi perhatian utama dalam setiap pengelolaan situs wisata. Upaya kolaboratif antara pemerintah, pengelola tempat wisata, dan masyarakat menjadi kunci untuk menjaga keselamatan bersama di tempat-tempat yang dikunjungi publik. Kami harap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar selalu waspada terhadap bahaya alam yang mungkin terjadi kapan saja.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini