Sulawesitoday - Ribuan siswa SMP di Makassar menghadapi risiko besar: tak mendapatkan ijazah. Masalah ini bermula dari kelebihan kuota penerimaan siswa baru di sejumlah sekolah negeri.
Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menjelaskan akar masalah ini. “Ada sekolah yang seharusnya menampung 100 siswa, tapi menerima hingga 130. Akibatnya, 30 siswa ini tidak terdaftar di data pokok pendidikan (dapodik) Kementerian Pendidikan,” ungkapnya.
Permasalahan ini muncul karena jumlah sekolah negeri di Makassar tak sebanding dengan lulusan SD setiap tahunnya. Banyak keluarga tidak mampu mengalihkan anak mereka ke sekolah swasta, sehingga Disdik Makassar mengambil langkah untuk menyerap lebih banyak siswa.
Apa Dampaknya?
Siswa yang tidak terdaftar di dapodik menghadapi risiko serius. Tanpa data resmi, mereka terancam tidak bisa mendapatkan ijazah. Data dari Plh Kepala Disdik Makassar, Nielma Palamba, menyebutkan bahwa 1.323 siswa dari 16 sekolah SMP menjadi korban situasi ini.
"Ini jalur solusi, tapi jumlahnya terlalu banyak. Aturannya tak membolehkan kelebihan ini," ujar Nielma. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini bertujuan mulia, tetapi pelanggaran administrasi tetap terjadi.
Baca Juga: Surat Edaran Baru, Sekolah dan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan 2025
Mengapa Ini Terjadi?
Disdik Makassar mencoba menjembatani kebutuhan masyarakat yang mendesak. Namun, langkah ini menyoroti kurangnya infrastruktur pendidikan di kota ini. Menurut Ari, “Jumlah SD dan SMP tidak seimbang. Situasi ini memaksa Disdik mencari solusi agar semua anak bisa bersekolah.”
Meskipun begitu, Ari menekankan pentingnya perbaikan sistem. “Ada pelanggaran administrasi di sini. Namun, tujuan utamanya adalah memastikan anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan mereka,” tegasnya.
Apa Solusinya?
Meningkatkan jumlah sekolah negeri menjadi kebutuhan mendesak. Pemerintah kota perlu menyusun rencana jangka panjang untuk menambah infrastruktur pendidikan. Selain itu, mekanisme penerimaan siswa baru harus diperketat agar sesuai aturan.
Pihak DPRD dan Disdik juga harus bekerjasama mencari solusi yang tidak hanya bersifat sementara. Jika tidak, generasi muda Makassar akan terus menghadapi masalah serupa di masa depan.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday
Artikel Terkait
Banjir Tak Berhenti, Aktivitas SMKN 5 Lutra Lumpuh Total di Lapangan
Demi Sawer Biduan, 5 Pemuda Polman Serang Pria Lansia
Polres Parigi Moutong Bekuk Dua Pemuda, Sabu 42 Gram Jadi Barang Bukti
Membangun Tata Kelola Baik: DPRD Poso Gandeng Kemenkumham untuk Finalisasi Aturan Baru
Surat Edaran Baru, Sekolah dan Ibadah di Bulan Suci Ramadhan 2025