• Kamis, 4 Juni 2026

Pemangkasan Anggaran Tak Halangi Gubernur Sulteng, Anwar Hafid Optimalkan PAD

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 13 Februari 2025 | 15:06 WIB
Anwar Hafid Hadapi Pemangkasan Anggaran dengan mengoptimalkan pajak dan peran Perusda, memastikan pembangunan di Sulawesi Tengah tetap berlanjut.
Anwar Hafid Hadapi Pemangkasan Anggaran dengan mengoptimalkan pajak dan peran Perusda, memastikan pembangunan di Sulawesi Tengah tetap berlanjut.

Sulawesitoday - Di tengah dinamika keuangan yang tengah terjadi, muncul sinar optimisme baru dari Sulawesi Tengah. Anwar Hafid Hadapi Pemangkasan Anggaran dengan tegas.

Ketika kabar pemangkasan DAU sebesar Rp257 miliar dari pemerintah pusat mencuat, Gubernur Sulteng menyikapinya dengan sikap positif. Ia menegaskan bahwa penyesuaian anggaran tidak akan menghalangi kelangsungan program-program utama.

Setelah menghadiri rapat paripurna di ruang sidang utama DPRD Sulteng, Kelurahan Lolu Selayan, Palu Selatan, Anwar Hafid menyampaikan visi strategisnya. Rapat tersebut digelar pada Senin, 10 Februari 2025, di mana beliau menjelaskan rencana untuk mengefisiensikan pengeluaran.

"Gubernur Sulteng memastikan bahwa kami tidak akan mengorbankan program-program prioritas. Kami hanya akan menyesuaikan skala dan jumlah penerima manfaat dengan pendekatan yang lebih efisien," ujar Anwar Hafid.

Ia menambahkan, program di sektor pendidikan dan layanan kesehatan tetap akan dijalankan. Langkah tersebut dilakukan meskipun ada tekanan dari pemangkasan anggaran pusat.

Untuk mendukung kelangsungan pembangunan, strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kunci utama. Gubernur Sulteng mengungkapkan bahwa optimalisasi PAD akan dijalankan secara intensif.

Salah satu langkah konkret adalah dengan mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor. Anwar Hafid menyebutkan, "Kami akan mendorong agar kendaraan operasional perusahaan yang beroperasi di Sulawesi Tengah menggunakan pelat daerah." Hal ini bertujuan agar pajak tersebut langsung masuk ke kas provinsi.

Tak hanya itu, pajak air permukaan juga akan dimaksimalkan sebagai sumber pendapatan tambahan. Kebijakan ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada dana pusat.

Selain mengoptimalkan pendapatan, pemerintah provinsi akan memperkuat peran Perusahaan Daerah (Perusda). Dengan begitu, kontribusi Perusda terhadap PAD diharapkan semakin signifikan.

Di samping itu, beberapa program yang belum mendesak akan ditunda sementara. Langkah ini memungkinkan alokasi dana lebih difokuskan ke sektor yang benar-benar krusial.

Pelaksanaan program layanan kesehatan berbasis KTP di RSUD Undata dan RS Madani akan tetap berjalan. Namun, skema anggaran akan disesuaikan agar lebih terukur dan tepat sasaran.

Baca Juga: Transisi Kepemimpinan Sulteng: DPRD Resmi Tetapkan Anwar Hafid dan dr. Reny Lamadjido sebagai Pemimpin Baru

Dengan kombinasi strategi efisiensi anggaran dan peningkatan PAD, Anwar Hafid optimistis bahwa pembangunan di Sulawesi Tengah tetap dapat berjalan. Ia menutup pernyataannya dengan keyakinan bahwa pengelolaan anggaran yang tepat akan meringankan beban masyarakat.

Sikap tegas dan langkah strategis ini menunjukkan bahwa Gubernur Sulteng siap menghadapi tantangan. Anwar Hafid Hadapi Pemangkasan Anggaran dengan semangat baru demi masa depan daerah yang lebih cerah.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini