Sulawesitoday - Saat banjir hebat melanda Makassar, warga terkejut melihat buaya besar masuk pemukiman warga. Kejadian ini memicu kekhawatiran dan membuka perbincangan tentang kerusakan habitat alami.
BKSDA Sulsel menyampaikan bahwa buaya berukuran 3,8 meter muncul akibat arus deras dan banjir yang merendam lingkungan. “Ini faktor banjir, kemudian habitatnya yang terganggu,” ujar Tamsil, Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Gowa pada Kamis (13/2/2025).
Wilayah rawan seperti Kecamatan Manggala dan Kelurahan Antang kini menjadi pusat penampakan buaya. Sungai Antang yang mengalir di sana telah berubah peran, menyimpan buaya sebagai penghuni sementara.
Banjir telah mengubah alur sungai dan merusak habitat asli, memaksa buaya mencari tempat aman. Kondisi ini membuat buaya masuk pemukiman warga sebagai upaya bertahan hidup di tengah bencana alam.
Area rawa di belakang Tempat Pembuangan Akhir di Antang juga tercatat sebagai lokasi kemunculan buaya. Upaya evakuasi dengan pemasangan kandang perangkap telah dilakukan namun hasilnya belum memuaskan.
Tim penangkap menghadapi kesulitan karena buaya tidak mau masuk ke dalam kandang perangkap yang disiapkan. Kendala ini menunjukkan betapa sulitnya mengelola situasi saat alam sedang dalam kondisi ekstrem.
Pihak BKSDA mengimbau warga untuk berhati-hati dan menghindari aktivitas di tepi sungai yang rawan penampakan buaya. Peringatan ini dikeluarkan agar risiko kecelakaan dan kontak langsung dengan buaya dapat diminimalisir.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran Dorong Potensi Kenaikan Biaya Kuliah di PTN Sulteng
Pada Rabu (12/2/2025), warga berhasil menangkap buaya berukuran 3,8 meter di Kampung Kajang, Lorong 1, Kelurahan Tamangapa. Buaya tersebut awalnya diamankan oleh Damkarmat Makassar sebelum akhirnya diserahkan kepada BKSDA Sulsel untuk penanganan lebih lanjut.
Kejadian ini memunculkan keprihatinan tentang kesiapan menghadapi bencana alam yang berdampak pada satwa liar. Keseimbangan antara alam dan aktivitas manusia kini semakin terganggu, menuntut perhatian serius dari semua pihak.
BKSDA Sulsel terus mengupayakan solusi agar keselamatan warga dan kelestarian habitat buaya tetap terjaga. Harapan mereka adalah agar langkah preventif segera diimplementasikan untuk mengurangi konflik antara manusia dan satwa liar.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.
Artikel Terkait
Mudahnya Cek Penerima Bansos Kemensos PKH di Sulteng Secara Online, Intip Statusnya Lewat Aplikasi
BPNT 2025 di Sulteng Kapan Cair? Cek Status Bantuan Sosial Lewat Aplikasi Online
Cek Pastikan Dana Rp200.000 Cair, Proses Pencairan BPNT 2025 di Sulteng Via BRI dan Bank Lainnya
Pemangkasan Anggaran Tak Halangi Gubernur Sulteng, Anwar Hafid Optimalkan PAD
Efisiensi Anggaran Dorong Potensi Kenaikan Biaya Kuliah di PTN Sulteng