Sulawesitoday - Pada Senin, 14 April 2025, sekitar pukul 22:38 WITA, Desa Tompo, Kecamatan Taopa, kembali diguncang oleh banjir yang diakibatkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Air yang mengalir deras tidak mampu ditahan oleh tanggul sungai yang ada, mengakibatkan luapan air ke wilayah kepemukiman dan menimbulkan ketidaknyamanan di kalangan warga.
Pihak BPBD setempat segera melakukan koordinasi untuk mengatasi situasi yang sedang berlangsung dan melakukan pendataan dampak yang terjadi.
Tak jauh dari Desa Tompo, Desa Pande di Kecamatan Moutong turut merasakan imbas curah hujan yang tinggi. Pukul 22:57 WITA, banjir kembali melanda wilayah tersebut akibat meluapnya Sungai Taopa.
Sementara proses pendataan masih terus berjalan, pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan mengikuti informasi resmi guna mencegah kepanikan serta meminimalisir risiko lainnya.
BPBD Parigi mengingatkan kepada masyarakat untuk segera melaporkan situasi yang mungkin memerlukan bantuan lewat Contact Center melalui WhatsApp di nomor 08114180117 atau telepon 117.
Informasi mengenai situasi terkini dan langkah-langkah penanganan banjir akan terus diperbarui seiring dengan perkembangan cuaca dan kondisi lapangan.
Dalam rangka mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, Badan Meteorologi telah mengeluarkan prospek cuaca sepekan ke depan. Untuk periode 11–13 April 2025, sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi didominasi awan dengan curah hujan ringan.
Namun, peningkatan curah hujan dengan intensitas lebat bahkan sangat lebat, disertai petir dan angin kencang, harus diwaspadai di beberapa daerah seperti Aceh, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Maluku, dan Papua Selatan.
Baca Juga: Jangan Lewatkan! Sulteng Gelar Pemutihan Pajak Kendaraan dengan Penghapusan Tunggakan dan Denda
Selanjutnya, periode 14–17 April 2025 diproyeksikan wilayah Indonesia akan kembali menghadapi kondisi yang serupa dengan tambahan potensi hujan lebat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, dan Papua Selatan serta angin kencang di Maluku dan NTT.
Masyarakat dihimbau untuk:
-
Waspada terhadap hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
-
Menghindari area terbuka dan infrastruktur yang sudah rapuh.