berita

ART IKN Gagal Uji Coba, Armada Kereta Tanpa Rel Dipulangkan ke China

Rabu, 30 April 2025 | 16:28 WIB
ART buatan China gagal PoC di IKN; armada dipulangkan, tapi rencana MaaS, ATPMS, dan sky taxi tetap melaju.

Sulawesitoday - Setelah melalui uji coba Proof of Concept (PoC) dari Agustus hingga September 2024, armada Autonomous Rail Transit (ART) buatan CRRC Qingdao Sifang resmi dipulangkan ke China.

Keputusan ini diambil menyusul ketidakmampuan ART untuk beroperasi secara otonom sesuai target teknis yang dibutuhkan ekosistem mobilitas cerdas di IKN.

Mohammed Ali Berawi, Deputi Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN, menyatakan bahwa sejak Selasa (29/4/2025) armada ART telah meninggalkan area IKN menuju Pelabuhan Semayang Balikpapan, menanti pengapalan kembali ke pabrikan.

“Kami yang minta kembalikan, sesuai hasil PoC untuk dapat disempurnakan dan diperbaiki teknologinya,” ujar Ali.

Kegagalan PoC ART memunculkan evaluasi mendalam: sistem kendali otonom belum stabil di lintasan tanpa rel, dan software deteksi rintangan perlu kalibrasi ulang.

Meski demikian, Otorita IKN menegaskan bahwa pintu belum tertutup untuk kolaborasi selanjutnya. Jika CRRC Qingdao Sifang berhasil memoles performa ART, akan dibahas PoC kedua demi mewujudkan kereta pintar masa depan.

Di sisi lain, pengembangan transportasi cerdas di IKN tak berhenti pada ART. Otorita tengah menggodok platform Mobility-as-a-Service (MaaS) yang memadukan pemesanan bus listrik, sepeda listrik, hingga rencana urban air mobility dalam satu aplikasi.

Targetnya, 80 % perjalanan warga IKN akan menggunakan moda publik atau mobilitas aktif—berjalan kaki dan bersepeda.

Demi mendukung visi tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 15,4 triliun pada 2025 untuk penguatan infrastruktur digital: pemasangan sensor IoT di titik-titik strategis, perluasan jaringan 5G, serta instalasi lampu lalu lintas pintar.

Teknologi Advanced Traffic and Parking Management System (ATPMS) dan Advanced Public Transportation System (APTS) juga akan diimplementasikan untuk memantau posisi bus listrik secara real-time melalui aplikasi MitraDarat.

Baca Juga: Buaya 2,55 M Ditemukan Mati di Kandang Jebak BKSDA Palu, Kronologi dan Hasil Autopsi

Lebih jauh, uji coba urban air mobility atau “sky taxi” bersama Hyundai Motor Group masuk dalam roadmap Nusantara Urban Mobility Masterplan. Meski ART harus kembali ke China, optimisme Otorita IKN tetap terjaga.

“Teknologi terus berkembang, dan kami berkomitmen menghadirkan sistem mobilitas terintegrasi yang andal dan ramah lingkungan,” pungkas Ali.

Tags

Terkini