berita

Bansos Pindai Muka ala Prabowo, Klaim Hemat Rp100 Triliun Aman di Kantong Negara

Selasa, 10 Juni 2025 | 03:55 WIB
Luhut klaim teknologi face recognition bansos hemat Rp100 T, jadi jurus Prabowo atasi pemborosan. Siap rilis Agustus 2025!

Sulawesitoday - Angin perubahan berhembus kencang di Istana. Presiden terpilih Prabowo Subianto, lewat tangan dingin Luhut Binsar Pandjaitan, menghendaki sebuah lompatan. Bukan lagi sekadar bagi-bagi, tapi bansos kini harus bersentuhan dengan tehnologi canggih: face recognition.

Sistem anyar ini, menurut Luhut, bukan sekadar penambah gaya, melainkan inti dari Keterpaduan Layanan Digital Nasional, sebuah program prioritas yang akan jadi mercusuar di era Prabowo.

Senin (2/6/2025) lalu, di Jakarta, dalam riuhnya Peluncuran Sahabat-AI Model 70B dan Chatbot, Luhut menyingkapkan tabir ambisi pemerintah.

"Bansos akan kita lemparkan sesuai dengan nama yang ada di situ. Nanti yang terima, dia berikan langsung face recognition, sehingga data kita ke-update," kata Luhut, dengan nada mantap. Sebuah janji yang barangkali bisa mengusir hantu-hantu data ganda dan penerima fiktif yang selama ini membebani APBN.

Bayangkan, sebuah sistim yang secara otomatisi mampu memperbarui data penerima. Luhut melukiskan visi efisiensi, seolah-olah beban triliunan rupiah bisa terbang begitu saja.

"Dengan digitalisasi, kita akan menghemat banyak sekali dana-dana ke depan," imbuhnya. Tak tanggung-tanggung, angka Rp100 triliun disebut-sebut sebagai potensi penghematan.

Jumlah itu, jika benar-benar terealisasi, bisa jadi napas segar bagi kas negara yang kerap megap-megap.

Peluncurannya pun bukan janji manis di ujung jalan. Presiden Prabowo disebut-sebut akan meresmikan sistim ini pada Agustus 2025. Sebuah tenggat waktu yang dekat, menunjukkan keseriusan pemerintah.

Luhut menegaskan, kecerdasan buatan bukanlah pilihan, melainkan keniscayaan. Tak hanya soal identifikasi, AI juga akan jadi juri penentu klasifikasi penerima bansos, memastikan bantuan tak tumpang tindih, dan sampai pada yang berhak.

Baca Juga: DPR Serukan Akal Sehat Hadapi Polemik Nikel Caplok Raja Ampat

Inisiatif ini seakan mengirim pesan: era digitalisasi pelayanan publik tak bisa ditawar. Pemerintah ingin belanja negara lebih efisien, dan AI menjadi kartu truf yang digenggam erat.

Bansos, yang selama ini menjadi medan pelik, kini dicoba disulap menjadi lebih presisi. Apakah face recognition akan benar-benar jadi penyelamat anggaran dan penjamin ketepatan sasaran? Waktu yang akan menjawabnya.

Terkini