berita

Viral di Medsos Bak Film Horor, Kisah Pilu Kapal Karam di Kendari Kelebihan Muatan Penumpang dan Motor

Sabtu, 14 Juni 2025 | 22:29 WIB
Kapal KM Alif Berkah yang kelebihan muatan kandas di perairan dangkal Bokori, meninggalkan ratusan penumpang cemas. Syahbandar dan ASDP jadi sorotan tajam. Gelombang Panik di Perairan Bokori

Sulawesitoday - Senin petang beberapa waktu lalu, sekitar pukul 18.00 Wita, lautan di sekitar Pulau Bokori tiba-tiba menjadi panggung drama mencekam. Kapal motor kayu KM Alif Berkah, yang melayani rute Wawonii-Kendari, tiba-tiba berhenti.

Mogok, kandas menabrak dasar laut berpasir, saat air pasang mulai beranjak surut. Sebuah insiden yang seharusnya bisa dihindari, namun justru membuka tabir kelalaian fatal.

Kapal berbobot 91 Gross Tonnage itu sejatinya dirancang untuk mengangkut tak lebih dari 150 jiwa.

Namun, sore itu, KM Alif Berkah bak kapal sarden, menjejali 352 penumpang—termasuk enam kru—dan sekitar 40 hingga 50 motor.

Lebih dari dua kali lipat kapasitas normal. Sebuah bom waktu yang berlayar di atas air.

Kepanikan menyebar cepat bagai wabah. Icha, seorang penumpang berusia 20 tahun, mengingat betul saat kapal mulai oleng dan berhenti mendadak. Kegelapan merayap, mendekati waktu Magrib.

"Saya tidak bisa berbuat banyak selain kirim lokasi via WhatsApp dan hubungi keluarga di daratan," ujarnya pasrah.

Rita, 44 tahun, menyaksikan air laut mulai menyeruak masuk dari pintu belakang, "Itu yang bikin penumpang panik." Para penumpang panik, namun ABK hanya bisa menyuruh mereka tenang dan tak banyak bergerak.

Untungnya, kabar cepat sampai ke telinga Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari. Sekitar pukul 18.30 Wita, laporan diterima.

Hanya 45 menit berselang, perahu karet Basarnas jenis RIB melesat ke lokasi. Tak lama kemudian, KN SAR Pacitan, kapal evakuasi utama Basarnas, menyusul untuk memastikan seluruh penumpang bisa dievakuasi dengan cepat dan aman.

Kepala KPP Kendari Amiruddin, melalui Humas Wahyudi, mengatakan, "Kami utamakan keselamatan penumpang, mereka semua selain ABK kami evakuasi dan bawa menuju Dermaga Basarnas."

Proses evakuasi berlangsung hingga pukul 22.00 Wita. Satu penumpang wanita sempat pingsan karena panik dan kelelahan, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Santa Anna.

Sementara enam ABK memilih bertahan, menanti air pasang agar kapal bisa ditarik.

Insiden ini sontak memantik amarah di gedung DPRD. Anggota Komisi II DPRD Konawe Kepulauan, Laskar Bili, tak habis pikir dengan kinerja Syahbandar Pelabuhan Langara.

Halaman:

Tags

Terkini