Ia menyentil tingginya incremental capital to output ratio (ICOR) sebagai penanda ekonomi yang kurang efisien.
"Salah satu sebabnya karena birokrasi dan perizinan formal dan informal yang memerlukan biaya di luar biaya resmi," tandas Huda.
Sejalan, Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menambahkan pentingnya dorongan bagi sektor padat modal dan formal. Manufaktur, infrastruktur, perumahan rakyat, dan ritel, katanya, perlu diguyur insentif dan alokasi anggaran yang memadai.
Pun, daya beli masyarakat kudu ditopang dengan berbagai kebijakan dan insentif agar krisis lapangan kerja RI ini tak makin memperburuk jurang ekonomi.