Ia menyentil tingginya incremental capital to output ratio (ICOR) sebagai penanda ekonomi yang kurang efisien.
"Salah satu sebabnya karena birokrasi dan perizinan formal dan informal yang memerlukan biaya di luar biaya resmi," tandas Huda.
Sejalan, Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menambahkan pentingnya dorongan bagi sektor padat modal dan formal. Manufaktur, infrastruktur, perumahan rakyat, dan ritel, katanya, perlu diguyur insentif dan alokasi anggaran yang memadai.
Pun, daya beli masyarakat kudu ditopang dengan berbagai kebijakan dan insentif agar krisis lapangan kerja RI ini tak makin memperburuk jurang ekonomi.
Artikel Terkait
Mesir Deportasi Aktivis Pembela Gaza, Isyarat Pagar yang Kian Rapat
Polisi Jadi Malaikat, Jamin Sekolah Hingga Lulus Galang Bocah Nyaris Putus Pendidikan di Touna
Gubernur Aceh Bocorkan Dalang Sengketa 4 Pulau Singkil: Kandungan Gas Raksasa Mirip Andaman!
Apa Itu Ijazah Elektronik yang Digebrak Disdikbud Parigi Moutong
Konflik Israel-Iran Bisa Jadikan Rupiah Terjepit, Bayang Inflasi Kuras Duit Rakyat