Pulau Jawa menunjukkan angka tertinggi. Wilayah II ini mencatat 41 kasus dengan 3.610 penerima MBG terdampak. Kepadatan penduduk dan jumlah SPPG yang banyak menjadi faktor pendorong.
Sementara itu, wilayah III yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua, Bali, dan Nusa Tenggara relatif lebih rendah. Tercatat 20 kasus dengan 997 penerima MBG terdampak.
Program MBG yang awalnya diharapkan menjadi solusi malnutrisi, kini menghadapi ujian berat. Seperti pisau bermata dua, program ini bisa menjadi berkah atau bencana tergantung pengelolaannya.
Prabowo berharap langkah-langkah perbaikan yang diinstruksikan dapat memulihkan kepercayaan publik. Kualitas layanan harus ditingkatkan. Keamanan program pemenuhan gizi nasional tidak boleh dikompromikan.
Apakah instruksi Presiden ini cukup ampuh mengatasi problem struktural di lapangan? Hanya waktu yang akan menjawab. Yang pasti, ribuan keluarga Indonesia sedang menunggu kepastian keamanan makanan untuk buah hati mereka.
Baca Juga: CEO Promedia Sebut Pencabutan ID Card Wartawan Bisa Rusak Citra Prabowo