berita

Perjuangan 48 Jam Melawan Arus: Dua Mahasiswa Polindra Tewas dalam Latihan Rafting di Cimanuk

Senin, 10 November 2025 | 16:48 WIB
Dua mahasiswa Polindra tewas terseret arus Sungai Cimanuk saat latihan rafting. Tim SAR temukan jasad setelah pencarian 48 jam

Sulawesitoday - Arus deras menelan dua nyawa. Latihan rutin pecinta alam berubah jadi mimpi buruk bagi kampus Politeknik Negeri Indramayu. Sabtu siang yang cerah tiba-tiba kelam. Dua mahasiswa kini tak akan pulang.

Agung dan Muhammad Lana Wiratno. Dua nama itu kini jadi catatan kelam Sungai Cimanuk. Keduanya ditemukan tewas Senin dini hari, 10 November 2025. Pencarian intensif selama dua hari akhirnya berakhir. Namun bukan dengan kabar gembira yang diharapkan.

Sementara lima rekan mereka—Gelar, Heliyah, Nonik, Mus Ali, dan Fatir—lolos dari maut. Mereka diselamatkan warga setempat. Sabtu sore itu jadi pemisah antara hidup dan mati.

Bendungan Karet Bangkir: Titik Awal Tragedi

Kejadian bermula siang itu. Pukul 12.30 WIB tepatnya. Tujuh anggota Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Polindra mengarungi Sungai Cimanuk. Lokasi: Bendungan Karet Bangkir, Kecamatan Lohbener. Misi: latihan rafting rutin.

Perahu karet mereka meluncur. Air mengalir deras hari itu. Tiba-tiba pusaran muncul. Perahu terbalik dalam sekejap. Ketujuh mahasiswa tercebur ke sungai.

"Pusaran air itu datang tiba-tiba. Perahu langsung terbalik," kata saksi mata kepada petugas. Kepanikan merebak di tepian sungai.

Lima orang berhasil berenang. Warga sekitar sigap membantu. Tapi Agung dan Lana hilang. Terseret arus yang ganas. Pencarian pun dimulai saat itu juga.

Bagaimana Tim SAR Menemukan Kedua Korban?

Komandan Tim Basarnas Pos SAR Cirebon, Eddy Sukamto, memimpin operasi. Tim gabungan dikerahkan penuh. BPBD, Polairud, Tagana, Karang Taruna Garda Sakti, ERT, hingga warga ikut membantu.

Pencarian berlangsung tanpa henti. Siang malam tim menyisir sungai. Arus kencang jadi hambatan utama. Jarak tempuh air bisa mencapai kilometer dalam hitungan jam.

Minggu malam menjelang Senin dini hari. Kabar pertama datang. Agung ditemukan di sekitar Bendungan Karet Bangkir. Tepat lokasi kejadian dua hari lalu.

"Jasad korban terjebak pusaran bendungan. Kami harus koordinasi dengan petugas bendungan," jelas Eddy di lokasi, Senin, 10 November 2025.

Proses evakuasi berjalan dramatis. Pintu air bendungan dibuka-tutup bergantian. Tujuannya: memanfaatkan dorongan arus. Agar jasad Agung keluar dari pusaran.

Halaman:

Tags

Terkini