berita

Ledakan SMAN 72 Picu Pembatasan Game PUBG, Pramono Dukung Penuh Kebijakan Pemerintah

Senin, 10 November 2025 | 18:46 WIB
Ledakan SMAN 72 picu wacana pembatasan PUBG. Pramono dukung penuh. Presiden Prabowo soroti dampak kekerasan game online.

Sulawesitoday - Ledakan di SMAN 72 Jakarta menyisakan luka. Bukan hanya fisik. Tapi juga pertanyaan besar. Bagaimana anak sekolah bisa merakit bom? Dari mana pengetahuan itu? Pemerintah kini membidik satu kemungkinan: game online.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut nama. PUBG. PlayerUnknown's Battlegrounds. Game tembak-menembak yang dimainkan jutaan anak muda Indonesia. Kini masuk radar pemerintah.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara. Dukungan penuh, katanya. Senin 10 November 2025, di Balai Kota Jakarta Pusat, ia tegaskan komitmen.

"Pemerintah DKI Jakarta akan memberikan dukungan sepenuhnya," ujar Pramono tegas. "Agar persoalan SMAN 72 tidak terulang kembali."

Kata-katanya mengalir tenang. Namun ada tekanan di sana. Keseriusan yang tak bisa diabaikan.

Kenapa PUBG Jadi Sorotan Utama?

Pertanyaan ini muncul di mana-mana. PUBG hanya game. Hiburan digital. Kenapa harus dibatasi?

Prasetyo Hadi punya jawaban. Dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo di Kertanegara, Minggu sore 9 November 2025, agenda pembatasan game online dibahas detail.

"Game online ini ada yang kurang baik," ungkap Prasetyo. "Bisa memengaruhi generasi kita ke depan."

Ia memberi contoh spesifik. PUBG menampilkan berbagai jenis senjata. Dari pistol hingga granat. Semuanya tersaji detail. Anak-anak belajar tanpa sadar.

"Jenis-jenis senjata mudah dipelajari," lanjut Prasetyo. "Lebih berbahaya lagi secara psikologis terbiasa melakukan kekerasan sebagai sesuatu yang biasa aja."

Kalimat terakhirnya menohok. Kekerasan jadi biasa. Ketika batas realitas dan virtual kabur, bahaya mengintai.

Pramono sendiri sempat bertemu korban. Langsung ke rumah sakit. Melihat kondisi mereka. Dialog singkat namun bermakna.

"Saya secara langsung melihat ke lapangan," kenang Pramono. "Berdialog dengan para korban waktu itu."

Halaman:

Tags

Terkini