berita

Mantan Pejabat KPK Sebut Lembaga Kehilangan Nilai Fundamental, IPK Naik 3 Poin Pasca Prabowo Dilantik

Senin, 17 November 2025 | 15:18 WIB
Mantan pejabat KPK kritik lembaga kehilangan nilai dasar. IPK Indonesia naik 3 poin pasca Prabowo dilantik. ICW ungkap tren 2024.

Sulawesitoday - Kritik keras datang dari dalam. Saut Situmorang, mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, melempar batu ke lembaga yang pernah dipimpinnya. Tuduhan serius: KPK kehilangan nilai-nilai dasar.

Pernyataan Saut bukan sekadar keluhan biasa. Dia menyebut ada sembilan nilai fundamental yang kini dipertanyakan. Jujur, peduli, mandiri, disiplin, tanggung jawab, berani, sederhana, adil—semua nilai itu, kata Saut, kini tergerus.

"Ketika kita masuk di KPK, kita diinduksi," ujar Saut dalam podcast PHD 4K di kanal YouTube Forum Keadilan TV, Senin 17 November 2025. "Terdoktrin dengan nilai-nilai itu. Harus pegang teguh. Kalau tidak, pasti kena tegur pengawas internal."

Operasi tangkap tangan (OTT) yang gencar dilakukan KPK belakangan ini? Menurut Saut, belum cukup. Masih jauh dari standar dulu. Substansi lebih penting dari sekadar penampilan di permukaan.

Inkonsistensi Whoosh Jadi Sorotan Utama, Kenapa?

Contoh paling mencolok: kasus Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. KPK memberikan dua pernyataan berbeda soal penyelidikan proyek prestisius itu. Awal tahun 2025 bilang ada penyelidikan, sebelumnya dibantah.

"Sekarang coba kalau dia bilang penyelidikan Whoosh awal tahun 2025, sebelumnya dibantah," kata Saut dengan nada tajam. "Masukin laporan dong. Itu aja nggak konsisten. Bisa ditegur kok nggak konsisten."

Inkonsistensi semacam itu, menurut Saut, tak akan lolos di masa lalu. Dia bahkan pernah nyaris dipecat gara-gara salah bicara di televisi. "Saya pernah salah ngomong di TV hampir dipecat," kenangnya. Standar dulu memang ketat. Sekarang? Pertanyaan besar mengambang.

Saut kemudian melontarkan pertanyaan retoris yang menusuk: "Nilai-nilai tersebut kalau kita telusuri satu-satu, KPK masih jujur nggak? Peduli nggak? Mandiri nggak?"

Mengapa KPK Harus Terus Ditantang Pihak Eksternal?

Jawaban Saut mengejutkan. Menurutnya, tantangan adalah nutrisi. KPK harus terus digebukin—istilahnya sendiri—agar tidak lengah.

"KPK ini harus ditantang," tegasnya. "Saya empat tahun di sana paling seneng sama Indonesia Corruption Watch karena ICW itu gebukin saya terus."

Mantan Staf Ahli Badan Intelijen Negara ini bukan merendahkan diri. Justru sebaliknya. Kritikan membuat dia berpikir. Hampir tiap hari ada unjuk rasa di depan gedung KPK.

"Ketika saya digebukin terus, kan jadi mikir," jelasnya. "Hampir tiap hari unjuk rasa di bawah. Jadi kita harus ditantang. Ketika udah mulai nggak ada, jadi percuma."

Halaman:

Tags

Terkini