• Selasa, 21 Juli 2026

Lahan 3,5 Hektare Disiapkan, Ratusan Korban Longsor Cilacap Akan Direlokasi ke Huntara

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 17 November 2025 | 15:11 WIB
Pemda Cilacap siapkan lahan 3,5 hektare untuk relokasi korban longsor. BNPB bangun huntara. 1.001 personel cari 10 korban hilang.
Pemda Cilacap siapkan lahan 3,5 hektare untuk relokasi korban longsor. BNPB bangun huntara. 1.001 personel cari 10 korban hilang.

Sulawesitoday - Tanah masih bergerak. Retakan baru bermunculan. Di tengah operasi pencarian korban yang belum usai, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah bergerak cepat. Mereka menyiapkan relokasi besar-besaran untuk warga Desa Cibeunying yang terdampak longsor dahsyat pada 13 November 2025 lalu.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, langsung turun tangan. Ia menginstruksikan Bupati Cilacap menyiapkan lahan. Luasnya 3,5 hektare. Lokasi di Kecamatan Majenang. "Lahan sudah kami koordinasikan," tegas Luthfi saat meninjau lokasi bencana, Minggu, 16 November 2025. Nadanya serius. Wajahnya tegang.

Hunian sementara akan segera dibangun. Warga yang rumahnya lenyap tertimbun tanah akan dipindahkan. Ini bukan sekadar urusan tempat tinggal. Nyawa taruhannya. Gubernur paham betul risikonya.

  • Mengapa Relokasi Harus Segera Dilakukan?

Alasannya gamblang. Ancaman longsor susulan masih mengintai. Beberapa titik di sekitar lokasi bencana menunjukkan retakan mengkhawatirkan. Tanah berpotensi bergeser lagi. Kapan saja bisa terjadi.

"Masih ada retakan di sana," ungkap Luthfi dengan nada peringatan. "Rumah baru harus disiapkan. Mereka harus aman." Keputusan relokasi bukan pilihan. Ini keharusan mutlak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membangun huntara. Hunian sementara ini layak huni. Tidak asal jadi. "Huniannya besar dan sangat-sangat manusiawi," jelas Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, dalam konferensi pers di Cilacap, Sabtu, 15 November 2025.

Pembagian tugasnya jelas. Pemda menyiapkan lahan kosong. BNPB membangun huniannya. Sinergi keduanya krusial. Tanpa koordinasi solid, relokasi bisa mandek.

  • Berapa Lama Warga Tinggal di Huntara?

Dua tahun. Itulah durasi warga bisa menempati hunian sementara. Konsepnya seperti rumah tumbuh. Bisa dikembangkan sesuai kebutuhan. Setelah tahun pertama, Pemkab Cilacap bisa mengajukan huntap. Hunian tetap dari BNPB.

"Hunian sementara bisa dipakai kurang lebih selama 2 tahun," papar Bergas menjelaskan mekanismenya. Prosesnya bertahap. Tidak langsung permanen. Tapi jaminan ada.

Konsep rumah tumbuh ini cerdas. Warga tidak merasa menumpang selamanya. Ada kepastian masa depan. Harapan baru mulai tumbuh. Di tengah puing-puing kehancuran.

  • Bagaimana Pemenuhan Kebutuhan Dasar Korban?

Gubernur Luthfi memastikan satu hal. Kebutuhan dasar tetap terpenuhi. Tidak boleh ada yang kelaparan. Tidak boleh ada yang sakit tanpa perawatan.

Makanan disediakan. Minuman tersedia. Layanan kesehatan gratis. Pendidikan anak-anak tetap jalan. "Trauma healing juga dilakukan," tambah Luthfi menekankan aspek psikologis. "Layanan kesehatan dan pendidikan harus jalan."

Beberapa klaster kebencanaan sudah dibangun. Pos lapangan berdiri kokoh. Dapur umum beroperasi 24 jam. Melayani warga terdampak dan tim SAR. Pos kesehatan hadir memberikan pelayanan cuma-cuma.

Ini bukan sekadar bantuan darurat. Ini pemulihan komprehensif. Mental dan fisik sama pentingnya. Trauma psikologis tidak kalah bahaya dari luka fisik.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini