"Kami mencari yang benar-benar profesional," ungkap As'at Latopada. Disiplin, tulus, dan ikhlas. Tiga kata kunci itu jadi kriteria utama. Bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif. Tapi siap mengabdi total selama musim haji 1447 Hijriah.
-
Apa Harapan Pemerintah Daerah?
Optimisme menguar dari pernyataan pejabat. As'at Latopada menitipkan harap besar. "Semoga ada perwakilan Parigi Moutong yang lulus," doanya. Kehadiran petugas haji asal Parimo akan jadi kebanggaan tersendiri.
Rekrutmen ini bukan sekadar pengisian formasi. Ini cerminan kepedulian pemerintah pada kualitas pelayanan haji. Kesempatan terbuka lebar. ASN dan masyarakat umum bisa berkontribsi. Pengabdian pada bangsa dan negara terwujud lewat pendampingan jamaah haji.
Subhan Lapu menambahkan dimensi lain. "Ini kesempatan emas," katanya. Petugas haji berkesempatan merasakan langsung atmosfer tanah suci. Sambil menunaikan tugas mulia. Dua berkah sekaligus.
-
Bagaimana Tahap Selanjutnya
Perjalanan masih panjang. Lolos tahap pertama bukan akhir. Seleksi kedua menanti di Kanwil Kemenag Sulteng. Tingkat kesulitan meningkat. Persaingan melebar ke skala provinsi.
Peserta dari kabupaten/kota se-Sulteng akan bertemu. Berkompetisi memperebutkan slot terbatas. Hanya yang terbaik dari yang terbaik akan lolos. Standar nasional harus dipenuhi. Tidak ada kompromi soal kualitas.
Pengumuman hasil tahap pertama tinggal menghitung hari. Lima Desember 2025 jadi tanggal bersejarah bagi 19 peserta. Nama siapa yang tertulis dalam daftar lolos akan menentukan siapa yang melanjutkan perjuangan.
RedBaca Juga: 90 Peserta Berebut Lahan, Kampung Haji Indonesia Segera Terwujud di Makkah